Rabu, 02 JULI 2025 • 17:04 WIB

Unhan RI Cetak Sejarah Baru, Berhasil Luncurkan Satelit Nano RIDU-Sat 1 ke Orbit

Author

Peluncuran Satelit Nano RIDU-Sat 1 (kemhan.go.id)

INDOZONE.ID - Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) berhasil mencetak sejarah baru. Unhan RI sukses luncurkan satelit nano bernama RIDU-Sat 1 pada Selasa 24, Juni 2025. 

Peluncuran dilaksanakan dari SpaceX Vandenberg, California, dengan menggunakan roket  Falcon 9 Transporter 14 Rideshare punya SpaceX. Peluncuran ini jadi tanda munculnya penguasaan teknologi satelit lewat riset universitas.

Unhan RI jadi kampus pertama di Indonesia yang mampu mengoperasikan satelit nano lewat Stasiun Bumi Satelit Amatir (SBSA). Pengembangan RIDU-Sat 1 dilakukan berbagai pihak, antara lain Unhan RI, Berlin Nanosatelliten Allianz (BNA), peneliti dari Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, dan Amatir Satelit Indonesia (AMSAT-ID).

Baca juga: 7 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia Tahun 2025, Mana Kampus Impianmu?

Satelit ini berukuran  10x10x11,3 cm (1U), yang memang didesain untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi. 

RIDU-Sat 1 juga berfungsi sebagai Automatic Packet Reporting System (APRS), yang bisa digunakan untuk komunikasi darurat. Beberapa contohnya seperti ketika bencana alam atau daerah terluar Indonesia. 

Kolaborasi dengan AMSAT-ID juga memungkinkan untuk penelitian terkait komunikasi satelit, khususnya yang terhubung sama komunitas radio amatir global. 

Riset RIDU-Sat 1 sebenarnya kelanjutan dari program pengembangan satelit universitas. Sebelumnya, sudah ada inisiatif program seperti Linusat-1 (2011) serta peluncuran Sura Satelit 1 (SS-1), yang dilakukan Universitas Surya (2022).  Satelit RIDU-Sat 1 kini berada di orbit ketinggian 519 kilometer dengan pola orbit polar. 

Baca juga: Kenalkan Slow Fashion, Mahasiswa UNAIR Ajak Melawan Dampak Buruk Fast Fashion

 Komitmen Pemerintah dalam Pengembangan Teknologi

Berhasilnya peluncuran satelit RIDU-Sat 1 menjadi bukti komitmen pemerintah dalam bidang teknologi, termasuk memperkuat SDM. Pastinya, ini sejalan sama Visi Misi Presiden Prabowo Subianto.

Program ini juga menjadi gagasan Prabowo saat masih jadi Menteri Pertahanan (Menhan) pada tahun 2023. Ia memberi kesempatan buat sivitas akademika Unhan, bukan cuma sekadar mendalami tapi juga mengoperasikan. 

Baca juga: Banyak Kampus Kekurangan Mahasiswa, Dubes Masaki Yasushi Ajak Pelajar Indonesia Lanjut Kuliah di Jepang

Rektor Unhan Letjen TNI (Purn) Dr. Anton Nugroho bilang kalau penguasaan teknologi satelit bisa memberikan dampak dan manfaat bagi kedaulatan Indonesia. Selain itu, Indonesia juga bisa lebih mandiri dalam pengembangan teknologi satelit.

Program ini juga diharapkan tidak berhenti sampai sini saja. Akan tetapi, terus bisa dilanjutkan dan kembangkan hingga menginspirasi pembangunan ekosistem teknologi satelit secara nasional. Terakhir, melalui program ini bisa diharapkan bagi Unhan untuk jadi kampus berkelas dunia. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@fakta.indo, Kemhan.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU