INDOZONE.ID - Kamu calon mahasiswa baru 2025? yang lagi deg-degan nunggu pengumuman?
Atau kamu mahasiswa senior yang lagi pusing tujuh keliling mikirin gimana caranya keluar dari drama kampus yang toxic? Nah, pas banget!
Kehidupan perkuliahan itu memang seru, ada senang-senangnya dan seringkali diwarnai dengan dinamika yang kompleks, mulai dari tuntutan akademik hingga interaksi sosial.
Supaya kamu dapat kamu bisa jalani studi dengan lancar jaya dan mental tetap waras, ada beberapa hal krusial yang WAJIB banget dihindari.
Menghapus Tugas Teman di Google Drive
Di era digital sekarang, kolaborasi dalam tugas kelompok seringkali mengandalkan platform seperti Google Drive. Kemudahan akses ini bagai pisau bermata dua.
Menghapus atau merusak pekerjaan teman di Google Drive, bukan hanya tindakan yang tidak bertanggung jawab, tetapi juga merupakan pelanggaran etika akademik yang serius.
Baca juga: Daya Tarik Malang sebagai Tempat Kuliah: Banyak Kampus, Biaya Hidup Murah, hingga Transportasinya
Bahkan beberapa universitas, seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung, memiliki kode etik mahasiswa yang secara tegas melarang segala bentuk kecurangan dan perbuatan merugikan orang lain dalam lingkungan akademik.
Pelanggaran semacam ini dapat berujung pada skorsing hingga DO (drop out).
Menggosipkan Teman atau Dosen di Kampus
Meskipun sering dianggap remeh, kebiasaan menggosipkan teman atau dosen di kampus dapat menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan merusak reputasi.
Informasi negatif yang didengar dari gosip dapat membentuk persepsi yang tidak akurat dan merusak hubungan interpersonal.
Kesalahpahaman dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Perasaan ini kemudian akan berujung pada kehilangan kepercayaan teman dan dosen.
Kredibilitasmu tidak hanya rusak namun penilaian etika profesionalismemu pun akan hancur.
Menurut Dr. Susan Fiske, seorang psikolog sosial ternama dari Princeton University, gosip negatif itu punya kekuatan merusak yang besar pada hubungan dan persepsi sosial.
Baca juga: Rekomendasi Cafe yang Cozy di Dekat Telkom University Bandung, Tempat Nongkrong Anak Kampus
Suka dengan Teman Sejurusan dan Sekelas
Meskipun cinta bisa tumbuh di mana saja, hubungan romantis di antara teman sejurusan dan sekelas memang memiliki potensi konflik yang tinggi.
Konflik bisa muncul dari terganggunya tugas kelompok, ketegangan akibat putus cinta, hingga pecahnya fokus kuliah karena drama hubungan.
Selain itu, ada risiko bagi masa depan profesimu jika memerlukan kolaborasi erat dengan pihak yang pernah terlibat dalam hubunganmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@kampusindonesia