Mahasiswa UNDIP Hadirkan Pemetaan Wilayah Dusun Macanan: Strategi Baru untuk Distribusi dan Tanggap Bencana
INDOZONE.ID - Terletak di lereng Gunung Merbabu, Dusun Macanan kini memiliki terobosan baru berkat kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro. Melalui program KKN Tematik tahun 2025, Devi Tsabita Fauzani, mahasiswi dari Program Studi Teknik Industri, memperkenalkan sistem pemetaan tata wilayah dan fasilitas sebagai strategi inovatif untuk mendukung kelancaran distribusi logistik dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Pemetaan ini tidak hanya menampilkan lokasi-lokasi penting secara visual, melainkan juga menganalisis jalur distribusi yang efisien bagi sektor pertanian, UMKM, hingga skenario evakuasi darurat. Menurut Devi, selama ini Dusun Macanan menghadapi kendala akses data spasial yang akurat, yang menyebabkan distribusi hasil panen serta logistik desa kurang optimal.
“Peta ini disusun agar dapat membantu merancang alur distribusi hasil tani maupun produk lokal agar lebih cepat sampai ke pasar. Selain itu, pemetaan juga sangat penting untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” jelas Devi di sela kegiatan sosialisasi peta kepada warga dusun.
Baca juga: Teknologi Anak Bangsa! Mahasiswa Undip Ciptakan Sistem Penyiraman Tanah Otomatis
Dalam peta tersebut, berbagai fasilitas umum ditandai dengan jelas seperti, Masjid Al-Amin, rumah kepala dusun, lapangan bola voli, serta aliran sungai yang mengelilingi wilayah. Sungai ini menjadi perhatian khusus sebagai potensi risiko banjir dan tanah longsor, terutama saat musim hujan. Lokasi seni budaya lokal, yaitu Sanggar Wahyu Budi Utomo (WBU), juga turut ditampilkan sebagai bagian dari identitas dan kekuatan sosial masyarakat.
Salah satu fitur utama dari pemetaan ini adalah penetapan titik kumpul darurat (assembly point) yang ditempatkan di area strategis, dekat dengan masjid dan lapangan terbuka sehingga mudah dijangkau oleh seluruh warga dari berbagai RT. Titik ini berfungsi sebagai tempat berkumpul apabila terjadi bencana seperti gempa bumi, banjir, maupun kebakaran.
Kepala Dusun Macanan mengapresiasi langkah ini dan berharap inisiatif serupa dapat diteruskan oleh generasi mahasiswa berikutnya. “Pemetaan ini sangat membantu, terutama untuk perencanaan jangka panjang. Ini bukan hanya soal data, tapi tentang kesiapan desa dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Kontribusi mahasiswa KKN UNDIP membuktikan bahwa keilmuan Teknik Industri tak hanya terbatas di ruang kelas atau pabrik, namun bisa diterapkan langsung di tengah masyarakat. Dengan memadukan teknologi dan kebutuhan warga, pemetaan wilayah menjadi alat penting untuk menciptakan sistem distribusi yang efisien sekaligus meningkatkan ketahanan desa terhadap bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung