INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam KKN Tematik Tim 11 Kelompok 2 melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dengan menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Kegiatan ini difokuskan pada sosialisasi strategi pemasaran melalui digitalisasi sebagai respons terhadap tantangan UMKM dalam beradaptasi di era teknologi informasi yang terus berkembang.
Dalam program yang berlangsung selama bulan Juli ini, mahasiswa KKN UNDIP hadir memberikan edukasi langsung kepada para mitra UMKM melalui pelatihan dan pendampingan. Sosialisasi tersebut mencakup berbagai topik penting, mulai dari pemanfaatan media sosial untuk promosi, branding produk, pembuatan konten kreatif, hingga pengenalan platform digital seperti TikTok Shop, Instagram, dan marketplace.
Menjawab Tantangan UMKM di Era Digital
Menurut mahasiswa KKN Tim 11, masih banyak pelaku UMKM di wilayah Pudakpayung yang belum optimal memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya. Banyak dari mereka yang masih mengandalkan metode pemasaran konvensional, seperti penjualan dari mulut ke mulut atau hanya menjajakan produk secara langsung di sekitar lingkungan rumah.
“Padahal, saat ini potensi pasar sangat besar melalui internet. Media sosial seperti Instagram dan TikTok Shop bisa jadi sarana gratis yang efektif untuk menjangkau pembeli lebih luas, termasuk generasi muda,” ungkap salah satu mahasiswa Tim 11 saat membuka sesi sosialisasi.
Para mahasiswa memberikan materi secara interaktif dan menyenangkan, serta memberikan contoh langsung bagaimana membuat konten promosi yang menarik, penggunaan hashtag yang tepat. Tidak hanya teori, peserta UMKM juga diajak praktik langsung membuat akun bisnis di TikTok Shop, Instagram, dan menyusun narasi produk berdasarkan teknik storytelling.
Baca juga: Warisan Rasa dari Sokowolu: Teh Sangan Dapat Panggung Lewat Inovasi KKN UNDIP
Pelatihan Langsung, Hasil Langsung
Antusiasme peserta UMKM pun tinggi. Dalam sesi pelatihan yang berlangsung di salah satu rumah mitra UMKM, Arlynn Collection, yang berlokasi di Kelurahan Pudakpayung, para pelaku usaha aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi. Mulai dari kesulitan dalam membuat konten promosi, kurangnya pemahaman akan algoritma media sosial, hingga tantangan membangun kepercayaan konsumen dalam berjualan secara online.
Salah satu mitra UMKM, Ibu Lina Marlina Kusumaningrum, pemilik Arlynn Collection yang bergerak di bidang ecoprint, mengungkapkan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa. Ia mengaku selama ini masih kebingungan dalam memasarkan produknya secara digital.
Berkelanjutan dan Berdampak
Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa Universitas Diponegoro dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Tidak sebatas memberikan edukasi sesaat, para mahasiswa juga menyusun berbagai media pendukung seperti brosur, pamflet, leaflet, dan booklet sederhana yang dirancang agar mudah dipahami oleh pelaku UMKM. Selain itu, mereka turut melakukan pendampingan langsung guna memastikan para mitra tetap dapat berkembang secara mandiri setelah masa KKN berakhir.
Melalui program bertajuk “Peningkatan Strategi Pemasaran melalui Digitalisasi UMKM”, mahasiswa UNDIP berharap agar para pelaku UMKM lokal tidak tertinggal dalam arus transformasi digital. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk mereka.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari visi besar KKN Tematik Universitas Diponegoro dalam mendorong inovasi sosial dan ekonomi kerakyatan berbasis pemberdayaan langsung. Di tengah derasnya tantangan global dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, mahasiswa berperan sebagai jembatan ilmu yang hadir untuk membawa manfaat nyata di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung