Selasa, 15 JULI 2025 • 11:12 WIB

Hindari 5 Kesalahan Ini! Tips Ampuh Lolos Esai Beasiswa Anti Ditolak

Author

Ilustrasi menulis esai (freepik)INDOZONE.ID - Kamu sedang mencari beasiswa? Kamu berada di waktu yang tepat, karena saat ini banyak program beasiswa yang membuka pendaftaran.

Namun, tahukah kamu bahwa penulisan esai beasiswa tidak bisa dilakukan sembarangan?

Umumnya, kesalahan dasar yang dibuat pendaftar beasiswa adalah hanya memasukkan data diri ke dalam AI dan menggunakan hasil jadinya. 

Alhasil, ini bisa menyebabkan penolakan, bahkan di tahap administrasi, tanpa kamu tahu letak kesalahannya.

Ini dia kesalahan penulisan esai yang perlu kamu hindari!

1. Langsung Menulis Tanpa Riset 

Lakukan riset mendalam tentang program beasiswa. Tunjukkan bahwa kamu memahami seluk-beluk program yang kamu tuju. 

Tanpa riset, kamu hanya akan terlihat tidak terlalu paham dengan program beasiswa pilihanmu. Ini membuatmu tampak biasa saja dan tidak menonjol dari kandidat lain.

Solusinya, lakukan riset mendalam mengenai program beasiswa, jurusan, dan universitas pilihanmu sebelum mulai menulis esai. 

Cari data pendukung dan cari tahu visi misi beasiswa beserta latar belakang awardee yang banyak diterima. 

Dari sana, tarik kesimpulan kualifikasi kandidat seperti apa yang dicari oleh program beasiswa.

Baca juga: 7 Jenis Esai Beasiswa Luar Negeri yang Wajib Kamu Tahu sebelum Daftar

2. Menambahkan Cerita Dramatis untuk Poin Tambahan 

Kamu mungkin merasa perlu adanya kalimat-kalimat yang menggugah empati dengan gaya dramatis, seperti:

“Every obstacle I encountered was not a barrier, but a chisel, meticulously sculpting the resilience and fortitude that now define my pursuit of higher education.”

Penulisan yang terlalu banyak menggunakan gaya seperti ini hanya akan menghilangkan esensi esai dan terkesan kurang inspiratif jika hanya menonjolkan kesulitan saja.

Solusinya, ceritakan pengalaman kurang menyenangkan dengan penyampaian positif dan proaktif. 

Tekankan kemampuan belajar, berkembang, dan beradaptasi dari situasi sulit tersebut. Dan masukkan pelajaran yang kamu dapatkan.

3. Isi Esaimu Tidak Jelas Arahnya 

Pastikan isi esaimu berkesinambungan antara kontribusi yang telah dilakukan, bidang studi yang akan diambil, dan rencana masa depan. 

Jika esaimu tidak konsisten dan tidak terstruktur tanpa misi yang jelas, ini akan menghilangkan kepercayaan penyeleksi dan meragukan kesiapan serta komitmen kamu.

Solusinya, sebelum menulis, buatlah kerangka terlebih dahulu. Bagi menjadi 3 bagian:

  • Pengalaman dan capaian yang terlaksana.
  • Alasan memilih bidang studi dan relevansi dengan bagian pengalaman dan capaian.
  • Deskripsikan studi tersebut hingga visimu ke depan, karier, dan kontribusimu.

Pilih satu tema atau minat yang dapat menghubungkan tiga bagian di atas dan paparkan salah satu pengalaman proyek/riset/kerja, dsb.

4. Menggunakan Kata-kata Rumit yang Menonjolkan Kesan Lebih Pintar 

Ilustrasi isi esai dapat membingungkan penyeleksi (freepik)Poin ini dapat membuat tulisanmu tidak terlihat tulus karena fokus mengharapkan simpati, ini juga akan mengurangi esensi komunikatif sebuah esai.

Solusinya, gunakan kata sederhana dan to the point. Kamu tidak sedang melakukan storytelling yang bersifat satu arah di atas panggung. 

Sampaikan visi dan misimu dengan kuat dan relevan dengan program beasiswa. Pastikan kamu mencerminkan sifat jujur, reflektif, dan rendah hati.

5. Selesai Tulis Langsung Dikirim 

Baca juga: 8 Dokumen yang Perlu Dipersiapkan Pemburu Beasiswa Luar Negeri

Crosscheck isi tulisanmu. Perhatikan bukan pada penulisan yang mengalir dan sempurna, tetapi fokus pada crosscheck poin yang ingin disampaikan. Pastikan semua sudah menjawab pertanyaan atau topik.

Kamu bisa membacanya kembali esok hari atau meminta orang lain untuk membaca setelah kamu brief tentang poin yang ingin kamu sampaikan. 

Coba baca keras-keras untuk mengecek kata-kata yang kurang cocok.

Itulah 5 kesalahan penulisan esai beasiswa. Pastikan kamu tidak melakukan hal yang sama.

Kamu bisa menggunakan AI sebagai pembantu dan bukan penulis utama (misalnya untuk cek typo, penggunaan kata dan ekspresi yang tepat, atau meringkas kata agar lebih straight to the point).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@kobieducation

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU