INDOZONE.ID - Belajar bisa kapan saja. Mungkin ini yang jadi "dalih" mahasiswa tingkat akhir yang baru mendengar istilah-istilah penting ini saat bimbingan? Jangan khawatir, kamu tidak sendiri!
Kamu mungkin sudah pernah dimarahi dosen karena tak mengerti istilah-istilah ini muncul. Saat kamu bergulat dengan skripsi atau tesis, memahami fenomena, masalah, dan gap penelitian adalah dasar yang sangat penting.
Seringkali, ketiga konsep ini mirip satu sama lain dan bisa bikin bingung. Mungkin kamu memang tipe learning by doing, ya!
Fenomena Penelitian: Titik Awal Observasi
Fenomena adalah segala kejadian nyata di sekitar kita yang bisa kamu lihat dan rasakan langsung. Ini adalah awal mula sebuah penelitian.
Contohnya bisa berupa bencana alam yang sering terjadi (fenomena alam), atau bahkan kenaikan harga emas akibat adanya gejolak hubungan antarnegara (fenomena ekonomi).
Ini adalah pengamatan awal yang seharusnya memicu pertanyaan.
Baca juga: Memilih Jalan Berbeda: Mahasiswa UNESA Asal Sampang Buktikan Dedikasi Akademik dengan Skripsi
Masalah Penelitian: Dampaknya ke Mana?
Setelah kamu menemukan fenomena yang spesifik, kamu bisa menentukan apa dampaknya terhadap tujuan yang ingin kamu teliti.
Inilah yang disebut masalah penelitian. Gampangnya, ini adalah dampak negatif dari fenomena tersebut, yang nantinya akan mengarahkanmu pada solusi atau pemahaman yang ingin kamu cari dalam penelitianmu.
Celah Penelitian/Gap Penelitian: "Ada yang Kurang Sepertinya!"
Setelah kamu punya titik awal (fenomena) dan inti permasalahan (masalah), siapa sih yang tidak ingin tulisannya jadi beda dan keren? Di sinilah peran gap penelitian.
Kamu bisa menemukan celah atau bagian yang belum dijelaskan secara lengkap oleh penelitian-penelitian sebelumnya.
Atau, kamu juga bisa mencoba meluruskan atau menambahkan pandangan baru pada teori atau pendapat yang sudah ada.
Bagaimana caranya? Coba teliti kerangka atau hasil penelitian terdahulu, lalu bandingkan dengan ide penelitianmu.
Baca juga: 3 Tips Buat Mahasiswa Baru yang Wajib Diketahui Sebelum Masuk Kuliah, Biar Gak Kaget!
Misalnya, ada penelitian yang sudah membahas pengaruh media sosial terhadap produktivitas karyawan di perusahaan besar.
Nah, kamu bisa coba teliti hal yang sama, tapi khusus di startup digital. Perbedaan konteks ini bisa menjadi gap penelitian yang menarik!
Jadi, singkatnya, fenomena adalah kejadiannya, masalah adalah dampaknya, dan gap adalah celah yang belum diisi.
Jika kamu sudah paham betul ketiga konsep ini sebelum mulai menyusun skripsi, prosesnya pasti akan jauh lebih mudah, dan kamu akan lebih percaya diri saat menjelaskan kepada dosen pembimbingmu. Semangat, para pejuang skripsi!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@helpinpublisher