Rabu, 16 JULI 2025 • 10:15 WIB

Mahasiswa FK UM Surabaya Sabet Medali Emas di Jepang, Ciptakan Alat Deketsi Diabetes Non-Invasif

Author

Mahasiswa FK UM Surabaya berfoto bersama (um-surabaya.ac.id)

INDOZONE.ID - Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang tergabung dalam Tim GENDHIS (Glucose Easy Non-Invasive Daily Checker and Insight System).

Tim Gendhis berhasil mendapatkan medali emas, pada ajang Japan Design, Idea, & Invention Expo 2025. Ajang ini berlangsung pada 5 s.d 7 Juli 2025 di Jepang.

Tim yang terdiri dari lintas angkatan ini, mereka mengembangkan alat kesehatan modern. Alat ini dirancang untuk skrining serta manajemen diabetes secara non-invasif. Walaupun berbeda angkatan, bukan menjadi penghalang untuk kolaborasi.

Baca juga: Beasiswa Unggulan 2025 Dibuka! Siap Bantu Kamu Kuliah Gratis Sampai S3, Cek Syarat dan Tanggal di Sini!

Ketua Tim, Indra Bayu Suta bilang kalau ide ini berawal dari tingginya angka prevalensi diabetes melitus. Bukan cuma di Indonesia, angka ini bahkan tinggi di dunia.

“Diabetes yang tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian. Maka dari itu, kami ingin menciptakan alat dengan pendekatan modern patient-centered healthcare yang bersifat preventif dan akurat,” ungkap Indra.

Dalam proses pengembangan pastinya tidak berlangsung singkat. Mereka mulai mengembangkan alat ini sejak Juni 2024. 

Baca juga: Raih Prestasi Lagi! Mahasiswa ITB Juara 2 Lomba Analisis Geoteknik, Bikin Inovasi Galian Dalam Lebih Efisien

Tim ini melakukan proses panjang mulai dari pencarian literatur, pengumpulan data dari lapangan, perancangan prototipe, pembuatan sensor, hingga uji coba yang dilakukan di berbagai populasi. 

Bukan cuma itu, mereka juga terus melakukan revisi minor, khususnya terkait sensitivitas dan spesifisitas alat, sebelum diikutsertakan untuk lomba. Ini juga salah satu cara memastikan alat yang dibawa lomba, bisa berfungsi dengan baik.

“Di Jepang, kami bersaing dengan hampir 400 tim dari berbagai negara, termasuk dari Asia dan Eropa. Awalnya sempat khawatir, tapi berkat doa dan dukungan dari kampus, fakultas, para dosen pembimbing, dr Nurma dan dr Detti, serta seluruh civitas akademika, kami bisa meraih gold medal,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Baca juga: 20 Tahun UPH Choir: Bukti Kalau Passion, Disiplin dan Iman Bisa Jalan Bareng!

Gak lupa, Indra juga mengucapkan banyak terima kasih pada rekan-rekan nya yang telah berjuang sampai saat ini. Tim GENDHIS sendiri terdiri dari empat orang mahasiswa, yakni Indra sebagai ketua tim. Lalu, ada Nabila (angkatan 2021), Reza (angkatan 2022), dan Aurel (angkatan 2022). 

“Medali emas ini kami persembahkan untuk kampus kita tercinta, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Um-surabaya.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU