Senin, 21 JULI 2025 • 21:00 WIB

Mahasiswa Unhas Edukasi Remaja Putri Bulukumba, Perangi Anemia Demi Cegah Stunting

Author

Mahasiaswa KKN Tematik Unhas di SMPN 39 Bulukumba. (Moh Faizal Lupphy/Z Creators))

INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi mengenai anemia di SMPN 39 Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dengan mengusung tema "Remaja Putri Tanpa Anemia, Cegah Stunting Sejak Dini", kegiatan ini diikuti puluhan siswa-siswi.

"Ini menjadi bagian dari upaya konkret dalam mendukung tema KKN Unhas, yaitu Ketahanan Pangan dan Pencegahan Stunting," kata Dwi Ulya Nursyahwa, mahasiswa KKN dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang menjadi inisiator program tersebut, kepada Indozone.id, Senin (21/7).

Dwi menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya angka stunting di Kabupaten Bulukumba, terutama di kalangan remaja putri.

"Kami ingin memberikan kontribusi langsung dalam mengedukasi dan memberdayakan remaja putri untuk terbebas dari anemia sebagai upaya pencegahan stunting," ungkap Dwi.

Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Puskesmas Bontobangun. Kegiatan dimulai dengan sesi penyuluhan yang mencakup informasi mendalam mengenai anemia dan pentingnya menjaga kadar hemoglobin.

Baca juga: Tiga Prodi FK Unhas Raih Akreditasi Unggul, Dorong Standar Global Pendidikan Kesehatan

Selain itu, distribusi tablet tambah darah (TTD) dari pihak Puskesmas juga dilakukan untuk meningkatkan status gizi mereka, sambil melakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator kesehatan yang penting.

"Kami sangat mengapresiasi partisipasi lebih dari 30 siswi yang aktif mengikuti kegiatan ini," kata Dwi.

"Ini menunjukkan keseriusan mereka dalam meningkatkan kesehatan pribadi dan komunitas sekitarnya," sambungnya.

Kegiatan Edukasi Anemia yang digelar KKN Tematik Unhas di SMPN 39 Bulukumba. (Moh Faizal Lupphy/Z Creators)

Baca juga: Mahasiswa KKN-114 Unhas Gelar Seminar Program Kerja, Wujudkan Kolaborasi Berbasis Potensi Lokal di Desa Benteng Paremba

Petugas gizi dari Puskesmas Bontobangun, Ria, menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan konsumsi TTD di kalangan remaja.

"Dengan memperkenalkan konsep ini sedini mungkin kepada remaja putri, kami berharap dapat mengubah pola hidup mereka menjadi lebih sehat," ujarnya.

Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar, program ini berpotensi menjadi model kolaborasi yang efektif dalam upaya pencegahan stunting melalui pendekatan edukasi yang komprehensif.

Dwi dan timnya berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti pada satu kali pelaksanaan, tetapi dapat diteruskan dan ditingkatkan di masa yang akan datang.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi remaja putri di SMPN 39 Bulukumba, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU