INDOZONE.ID - Bawa solusi inovatif ke WEF, Abdullah Abimanyu Harahap jadi Delegasi Termuda.
Tak hanya berprestasi di panggung nasional, Abimanyu melangkah ke panggung internasional dalam World Economic Forum (WEF) Annual Summit 2025.
Abimanyu, mahasiswa Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), menghadiri WEF Annual Summit 2025 di Geneva, Swiss, pada 7-13 Juli 2025.
Forum ekonomi terbesar ini dilaksanakan rutin setiap tahun dan tahun ini diikuti oleh 500 pemimpin muda dari 150 negara. Indonesia sendiri mengirimkan lima delegasi, termasuk Abimanyu.
Baca juga: UNAIR Jadi Satu-Satu nya Delegasi Indonesia di Ajang AYCF+3, Tampilkan Budaya Lokal Indonesia
Sebagai salah satu delegasi dari Indonesia, Abimanyu maju mewakili Surabaya Hub.
Ia membawakan ide program "Green Hearts," sebuah model pengelolaan limbah makanan lokal yang melibatkan berbagai pihak, seperti UMKM, sekolah swasta, dan warga Surabaya.
Program ini akan menggunakan platform digital sederhana sebagai alat untuk mencatat dan melacak jejak program, serta diintegrasikan dengan edukasi lingkungan.
Menariknya, Abimanyu berencana agar inovasi Green Hearts tidak hanya terbatas untuk wilayah Surabaya, tetapi juga bisa direplikasi di luar negeri.
Idenya mendapatkan respons yang sangat positif. Abimanyu mengakui banyak mitra luar negeri yang menunjukkan ketertarikannya untuk berkolaborasi.
Program yang ia bawakan pada sesi Youth-led Climate Innovation ini merupakan podium penting untuk menunjukkan peran pemuda dalam menciptakan solusi berbasis aksi.
Kontribusi Abimanyu untuk tampil di forum internasional tak lepas dari dukungan dan motivasi kampus.
“UNAIR membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan tempaan dalam ruang akademik. Akan tetapi, juga dipersiapkan untuk tampil di arena global dengan semangat tridharma perguruan tinggi,” ujar Abimanyu.
Baca juga: Perdayakan Limbah Jadi Bermanfaat: Mahasiswa KKN UNAIR Ubah Janggel Jagung Jadi Tepung
Pengalaman ini tidak hanya menjadi wadah prestasi dan mencari relasi, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemuda Indonesia dapat membuat solusi nyata untuk diskursus global.
“Saya ingin pemuda Indonesia. Khususnya mahasiswa UNAIR, berani tampil dan bersuara dalam forum strategis. Kita harus menjadi pencipta dan pengabdi, bukan hanya pengamat,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id