INDOZONE.ID - Masuk kuliah langsung jadi anak rantau? Ibarat main game mode hard tanpa tutorial!
Kamu pasti merasa bingung dengan hal-hal yang serba baru, budaya yang berbeda, logat yang asing, hingga candaan yang belum kamu pahami.
Bagi sebagian mahasiswa, berbaur terasa sulit dan kadang justru dianggap “sok asik”. Tapi kalau kamu diam saja, kamu justru bisa dicap “tertutup”, “dingin”, atau “nggak mau gaul”.
Dilema seperti inilah yang bikin kamu bertanya-tanya: harus berbaur seperti apa, supaya tetap nyambung dan tetap jadi diri sendiri?
Bukan berarti kamu nggak bisa berbaur, tapi ada triknya biar kamu bisa masuk pelan-pelan tanpa harus mengubah jati dirimu. Kuncinya adalah adaptasi.
Berikut lima tips supaya kamu bisa lebih mudah masuk ke lingkaran pertemanan:
Baca juga: Salah Makan saat Rantau ke Luar Negeri? Ini Solusi Buat Mahasiswa Perut Karet
Peka Terhadap Bahasa Lokal
Setiap daerah punya gaya bicara dan bahasa yang khas. Kamu bisa mulai mengenali kata-kata dasar dan gaya komunikasi di sekitarmu, meski belum fasih.
Misalnya, mengganti “gue-elo” jadi “aku-kamu” atau sebaliknya. Gunakan sapaan yang lebih umum dan hindari kata-kata yang mungkin terdengar asing atau membingungkan.
Dengan begitu, lingkunganmu akan lebih mudah menerima kehadiranmu.
Jangan Takut Bertanya saat Nggak Paham
Kalau teman-temanmu menggunakan istilah atau bahasa yang belum kamu mengerti, tanyakan saja dengan santai.
Tunjukkan bahwa kamu tertarik buat belajar dan memahami budaya lokal. Sikap terbuka ini bisa bikin kamu cepat akrab.
Gabung Komunitas Atau Kegiatan Kampus
Baca juga: Maba Wajib Tahu! Jenis-jenis Organisasi Mahasiswa di Kampus, Apa Perbedaannya?
Pertemanan nggak harus soal asal daerah. Kamu bisa mulai dari kegiatan atau organisasi yang sesuai minat.
Ini akan membuka peluang untuk ketemu teman baru dari jalur “passion yang sama”. Jadi, kamu nggak lagi merasa “beda sendiri”.
Jaga Nada dan Gaya Bicara
Kadang yang bikin orang lain salah paham bukan kata-katamu, tapi caramu menyampaikannya.
Kalau kamu merantau ke lingkungan yang bernada lembut, cobalah menyesuaikan, begitu juga sebaliknya. Di beberapa tempat, bicara cepat atau terlalu keras bisa dianggap “menyerang”.
Perhatikan kebiasaan sekitar dan beradaptasilah dengan gaya komunikasi lingkungan secara perlahan.
Terima Perbedaan Tanpa Asumsi Sendiri
Baca juga: Maba Wajib Tahu! Ini Kebiasaan SMA yang Bikin Kamu Gagal di Kuliah
Kalau kamu belum paham obrolan atau candaan lokal, jangan langsung merasa minder atau merasa dikucilkan.
Nikmati saja prosesnya. Adaptasi butuh waktu, tapi setiap momen bisa jadi pelajaran dan kenangan berharga sebagai anak rantau.
Adaptasi bukan soal mengubah diri jadi orang lain, tapi menyesuaikan diri tanpa kehilangan siapa dirimu sebenarnya.
Jadi, yuk buka hati, buka obrolan, dan makin banyak bergaul supaya makin nyambung sama lingkungan baru!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis