Selasa, 29 JULI 2025 • 19:39 WIB

TOGA Desa Sehat: Upaya Kesehatan Mandiri di Daerah Pesisir Roban Barat oleh Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro

Author

Mahasiswa KKN Undip Bersama Warga Pesisir Roban Barat (Ikha/Z Creators)

INDOZONE.ID - Keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan nyata bagi warga Dukuh Roban Barat, Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Lokasi yang jauh dari pusat layanan medis serta ketergantungan ekonomi masyarakat pada sektor perikanan membuat kebutuhan akan solusi alternatif kesehatan menjadi semakin mendesak.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Kelompok 4 Tim 1 KKN Universitas Diponegoro hadir dengan inisiatif bertajuk “TOGA Desa Sehat”. Program ini menjadi upaya untuk mendorong kemandirian kesehatan berbasis potensi lokal.

Tak hanya sekadar edukasi, program ini mengajak masyarakat untuk praktik langsung melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan rumah dan lahan desa. Jenis tanaman yang ditanam bersama warga antara lain jahe, kunyit, sereh, lengkuas, lidah buaya, dan temulawak, dipilih karena mudah dibudidayakan dan sudah dikenal memiliki khasiat bagi kesehatan.

Baca juga: Buku Tabungan Sampah, Inovasi Mahasiswa KKN UNDIP di Sambiroto

Mahasiswa juga memberikan penyuluhan ringan tentang manfaat tiap tanaman, teknik budidaya yang tepat, serta pengolahan dasar agar bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mengatasi masuk angin, gangguan pencernaan, dan nyeri otot ringan.

Meski bukan hal baru, praktik budidaya TOGA punya akar sejarah panjang. Sejak zaman prasejarah, manusia mengandalkan tanaman sebagai obat. Peradaban Mesir, Yunani, dan Romawi telah mengembangkan pengobatan herbal, yang kemudian diteruskan oleh peradaban Islam melalui tokoh seperti Ibn Sina dan Ibn al-Baitar. Di Nusantara sendiri, budaya jamu dan pengobatan tradisional menjadikan TOGA sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari (Estiningsih, 2024).

Menurut Mahasiswa KKN, program ini tidak hanya ditujukan untuk mengatasi masalah kesehatan jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan membentuk pola hidup sehat dan mandiri dalam jangka panjang. Keterlibatan aktif ibu rumah tangga menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama sekaligus pelestarian kearifan lokal.

Baca juga: Tim 98 KKN-T Universitas Diponegoro Berpartisipasi dalam Gebyar Pesona Pudakpayung: Dukung UMKM dan Wisata Lokal

Tak hanya itu, program TOGA diharapkan bisa membuka mata masyarakat pesisir tentang potensi tanaman obat sebagai solusi alami, murah, dan berkelanjutan. Bahkan ke depan, TOGA bisa menjadi peluang ekonomi jika dikembangkan lebih lanjut menjadi produk olahan seperti minuman herbal, minyak gosok, hingga sabun alami.

Dengan dukungan penuh dari warga dan pendampingan mahasiswa, TOGA kini bukan sekadar penghias pekarangan. Ia telah tumbuh menjadi simbol ketahanan komunitas, bukti bahwa kemandirian bisa dimulai dari halaman rumah sendiri, secara harfiah dan sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU