INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu penasaran, kenapa banyak banget founder startup yang sukses itu ternyata lulusan dari kampus luar negeri?
Ternyata, pilihan negara dan kampusnya itu punya peran besar, lho. Setiap negara punya 'vibes' dan ekosistem yang beda, dan itu bisa banget mempengaruhi jalan karier kita.
Nah, ini dia 5 negara yang punya perbedaan budaya dan ekosistem uniknya:
Amerika: Surganya Para Eksperimentalis!
Kalau kamu punya mimpi jadi founder startup atau suka bereksperimen, Amerika bisa jadi pilihan yang pas.
Nggak heran kalau Amerika sering disebut "surganya eksperimen". Ekosistem startup-nya sudah sangat matang di sana.
Banyak universitas yang punya program keren seperti akselerator dan inkubator sendiri, ditambah jaringan alumni mereka yang super kuat dan siap membantu di dunia bisnis.
Baca juga: Couple Goals! Kisah Pasangan Hanin dan Kiki Raih Beasiswa LPDP di UK
Singapura: Si Paling Career-Oriented
Banyak yang bilang, Singapura itu paling fokus sama karier. Dan itu ada benarnya.
Kampus-kampus di sana sangat serius menyiapkan mahasiswanya untuk sukses di dunia kerja.
Di Singapura, mereka punya program magang wajib dan pusat karier yang aktif banget. Cocok buat kamu yang pengen kerja di perusahaan ternama atau suka tantangan.
Jerman: Jagoan Praktik, Bukan Teori Aja!
Di Jerman, mahasiswanya tidak hanya jago teori, tapi juga praktik.
Budayanya cenderung teknikal, to the point, dan juga praktikal. Sistem pendidikannya, khususnya jurusan teknik, bener-bener menekankan pada aplikasi nyata.
Kolaborasi antara kampus dan industri di sana juga sangat kuat, jadi, kalau kamu ingin menjadi engineer andal dan bekerja di industri teknologi, Jerman tempatnya!
Baca juga: Gak Perlu Takut Biaya! Kamu Bisa Dapat Beasiswa Lewat Program Ini
Australia: Cari yang Santai dan Fleksibel?
Buat kamu yang bercita-cita bekerja sambil tetap bisa menikmati hidup, Australia bisa jadi pilihan.
Sudah jadi budaya Australia sangat menjunjung tinggi work-life balance. Lingkungan di sana juga multikultural dan fleksibel.
Dosen-dosennya pun tidak kaku dan hierarkis. Jadi, kamu bisa belajar sambil menikmati suasana yang santai dan terbuka meskipun mengemban ilmu di negeri lain.
Inggris: Tradisi Akademik yang Kental dan Berkelas
Inggris punya tradisi akademik yang sudah terkenal di seluruh dunia. Kampus-kampusnya punya sejarah panjang dan kurikulum yang mendalam.
Kalau kamu ingin belajar dengan kurikulum yang fokus dan spesialis, Inggris adalah jawabannya.
Suasananya yang formal dan terstruktur sangat bisa buat kamu mendalami ilmu dengan serius di akademik yang kuat.
Baca juga: 4 Tips Pilih Beasiswa yang Cocok agar Peluang Lolos Lebih Besar, Jangan Cuma Asal Daftar
Mana nih yang cocok untukmu bereksperimen dna mencoba hal baru?
Penting buatmu untuk lakukan riset mana kampus yang cocok untukmu termasuk administrasi, peluang, dan pilihan beasiswa yang tersedia di masing-masing negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@satupersenofficial