Sehari Penuh Inovasi, Mahasiswa KKN-T IDBU 23 UNDIP Sulap Udang dan Limbah Keong Jadi Produk Bernilai Jual di Desa Tedunan!
INDOZONE.ID - Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, dikenal sebagai daerah pesisir dengan kekayaan tambak yang luar biasa. Dari udang vaname sampai keong sawah, potensi alam di desa ini melimpah ruah. Sayangnya, potensi tersebut belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.
Melihat peluang itu, sekelompok mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Kelompok 1 KKN-T IDBU 23 hadir membawa gebrakan baru. Mereka menggelar serangkaian program multidisiplin yang langsung menyentuh kebutuhan warga, terutama petambak dan Ibu-ibu PKK, pada Jumat (1/8/2025).
Tambak Ramah Lingkungan: Edukasi Langsung untuk Para Petambak
Pagi hari di Balai Desa Tedunan terasa berbeda. Para petambak lokal, perangkat desa, hingga perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak berkumpul dalam sesi bertajuk “Optimalisasi Budidaya Tambak Udang dan Garam Berbasis Ekosistem yang Baik.”
Dua mahasiswa UNDIP, Ilham Syakir (Oseanografi) dan Dicky H. Sianturi (Agribisnis), turun langsung sebagai narasumber. Mereka menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem tambak, terutama lewat pemantauan kualitas air menggunakan alat sederhana seperti pH meter dan TDS meter.
Tujuannya jelas, agar para petambak bisa mengelola tambak dengan cara yang lebih bijak dan berkelanjutan. Hasil panen meningkat, lingkungan pun tetap lestari. Budidaya bukan cuma soal produksi, tapi juga masa depan.
Baca juga: Kental Nuansa Budaya! Mahasiswa KKN Undip Turut Sukseskan Tradisi Nyadran Laut di Roban Barat
Empowering Ibu PKK: Olahan Udang dan Limbah Keong Jadi Uang
Sore harinya, giliran Ibu-ibu PKK Desa Tedunan yang dapat ilmu. Mereka diajak memahami cara mengolah hasil perikanan, bukan cuma untuk konsumsi rumah tangga, tapi juga untuk mendongkrak ekonomi keluarga.
Sesi dimulai oleh Azmi Nawangjati (Psikologi) yang memaparkan kandungan gizi udang vaname dan ide pengolahannya menjadi makanan bernilai jual. Diskusi santai pun mengalir soal peluang usaha rumahan yang bisa dikembangkan.
Setelah itu, Aulia Candra Pertiwi (Akuntansi) hadir membekali peserta dengan cara menghitung harga jual produk olahandari menentukan modal hingga menetapkan margin untung.
Menariknya, Nu’uttissania (Sastra Inggris) turut berbagi artikel hasil tulisannya soal potensi udang Tedunan yang sempat dimuat di media daring. Bukti nyata bahwa literasi juga bisa mengangkat potensi desa ke level lebih luas.
Tak ketinggalan, Afifah Nor Sa’ibah mengenalkan inovasi keren, limbah cangkang keong sawah diolah jadi tepung pakan unggas! Kandungan kalsiumnya tinggi, dan jelas bisa jadi solusi murah meriah bagi peternak lokal.
Sebagai penutup, Zahra Fahira (Ilmu Kelautan) mengajak peserta praktik langsung membuat udang keju yang lezat dan simpel. Resep ini cocok banget buat usaha rumahan karena gampang dibuat, bahan mudah dicari, dan rasanya juara.
Baca juga: Menelisik Potensi Udang Vaname di Desa Tedunan Kabupaten Demak
Dari Desa, Untuk Masa Depan: Inovasi yang Tumbuh dari Akar
Program yang diusung mahasiswa UNDIP ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Mereka menyuguhkan inovasi yang aplikatif, relevan, dan menyentuh langsung kebutuhan warga. Dari tambak ke dapur, dari limbah ke nilai ekonomi, semuanya dirancang agar masyarakat lebih mandiri.
Satu hari kegiatan memang belum cukup untuk mengubah segalanya. Tapi, dari sinilah benih harapan ditanam. Potensi desa tak lagi sekadar cerita, tapi jadi sumber penghidupan baru.
Inovasi nggak harus dimulai dari teknologi canggih atau investasi besar. Cukup dari potensi lokal, kepedulian, dan aksi nyata. Seperti yang dilakukan mahasiswa KKN UNDIP ini, mengubah potensi jadi peluang, dan membuktikan bahwa desa bisa jadi pusat perubahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan