Senin, 04 AGUSTUS 2025 • 14:20 WIB

USNI Luncurkan Transformasi Pendidikan dan Logo Baru Hadapi Tantangan Industri 5.0

Author

Wakil Rektor I dan III USNI, Dian Alanudin bersama Pimpinan Redaksi Indozone Fahmy Fotaleno, saat meluncurkan transformasi Pendidikan dan logo baru. (Ist)

INDOZONE.ID - Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) meluncurkan transformasi besar dalam sistem pendidikannya, sebagai respons terhadap perubahan zaman yang semakin cepat dan kompleks di era Industri 5.0.

Transformasi ini turut ditandai dengan peluncuran logo baru dan penguatan tagline institusi, yaitu #JadiVersiTerbaikDiri.

Transformasi USNI meliputi pembaruan kurikulum, metode pengajaran, hingga sistem pendampingan mahasiswa berbasis karakter dan kompetensi digital.

Langkah ini didasari hasil riset mendalam yang dilakukan sejak 2022 bersama Kadence International, serta pemetaan kesenjangan keterampilan lulusan terhadap kebutuhan industri modern.

"Pendidikan hari ini tidak cukup hanya mentransfer ilmu. Kami ingin membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan mampu terus belajar secara mandiri,” ujar Rektor USNI, Sihar P.H. Sitorus.

Membaca Zaman, Membangun Diri

Era Industri 5.0 yang memadukan AI, IoT, dan robotik dengan inovasi manusia, menuntut keterampilan lintas disiplin.

Baca juga: Peran Infrastruktur dan Teknologi untuk Mendorong Pertumbuhan Industri

Riset USNI menemukan bahwa industri membutuhkan lulusan dengan kompetensi berpikir kritis, literasi digital, kemampuan komunikasi, serta penguasaan bahasa Inggris, temuan yang sejalan dengan studi global dari McKinsey dan World Economic Forum.

Melalui pendekatan empat tahap selama masa studi, USNI merancang sistem pendampingan berkelanjutan, dengan fokus berbeda selama empat tahun, sebagai berikut.

  • Tahun I: Self-Discovery & Time Management
  • Tahun II: Mental Health Management & Confidence Building
  • Tahun III: Growth Mindset & Global Mindset
  • Tahun IV: Career Options & Professional Networking

"Kami tidak ingin mahasiswa hanya selesai studi, tapi juga selesai mengenali dan membentuk dirinya. Karena itu, pendampingan ini kami susun secara bertahap dan berkelanjutan selama empat tahun,” jelas Sihar.

Logo Baru, Simbol Arah Baru

Sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, USNI juga memperkenalkan logo baru yang menampilkan simbol kompas.

Logo ini merepresentasikan peran USNI dalam membimbing mahasiswa menjelajahi potensi diri dan menavigasi perubahan zaman.

“Logo baru ini tidak hanya identitas visual, tetapi juga penanda arah dan semangat baru USNI dalam menyiapkan mahasiswa yang mampu membaca zaman, menyelaraskan diri, dan menjadi agen perubahan di tengah kompleksitas global,” ujar Wakil Rektor II Universitas Satya Negara Indonesia, Yosi Stefani.

Transformasi USNI juga terlihat dari hadirnya dosen-dosen lulusan luar negeri penerima beasiswa LPDP dari kampus-kampus bergengsi dunia, seperti Harvard, Monash, UCL, hingga Leiden. Para dosen ini membawa pengalaman internasional, studi kasus lintas negara, serta praktik pembelajaran inovatif ke dalam ruang kelas.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen, tapi juga bertumbuh bersama mereka, mendapatkan wawasan global yang membumi, serta terinspirasi untuk terus mengejar ilmu dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Wakil Rektor I dan III, Dian Alanudin.

Kolaborasi Luas dan Ekosistem Pentahelix

USNI juga memperkuat jejaring industri melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi nasional dan internasional.

Baca juga: PTDI Tampilkan Kekuatan Industri Dirgantara Nasional di IDEF 2025 Istanbul

Mitra lokalnya meliputi Telkom Indonesia, Metrodata, Pegadaian, OJK, BSI, Bank Mandiri, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di level global, kerja sama terjalin dengan YOU-I Japan, Shaanxi Polytechnic University (Tiongkok), dan INTI International University (Malaysia).

Kerja sama tersebut mencakup akses magang ke Jepang bagi mahasiswa FEB dan FPIK, termasuk dengan SENKO, Kibo Trading, dan KOEI SUISAN Co., Ltd.

USNI juga berperan sebagai hub Pentahelix yang menjembatani lima unsur utama pemerintah, komunitas, media (termasuk Indozone sebagai mitra media baru), korporasi, dan akademisi.

“Kami percaya bahwa koneksi kampus dengan dunia industri dan lembaga strategis adalah jembatan penting agar mahasiswa tidak hanya siap lulus, tetapi juga siap bekerja dan berkarya,” tutup Dian.

Sebagai bagian dari grup YADIKA, USNI juga bersinergi dengan unit bisnis di sektor perhotelan, kesehatan, properti, dan percetakan.

Semua elemen ini menjadi bagian dari strategi besar membentuk ekosistem pendidikan progresif dan inklusif yang siap membawa mahasiswa mengarungi era Industri 5.0.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU