INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar kelompok 22 periode Juli - Agustus 2025 menginisiasi program kerja SIBASMA. SIBASMA sendiri merupakan singkatan dari Sistem Pembakaran Sampah Minim Asap.
Waktu pelaksanaan KKN selama kurang lebih satu bulan dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menjalankan program kerja ini. Wujud nyata dari program SIBASMA adalah pembuatan tungku bakar sampah minim asap. Tungku yang dibuat dari drum bekas ini merupakan alat sederhana untuk membakar sampah, tetapi lebih ramah lingkungan.
Program kerja SIBASMA dilatarbelakangi oleh belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Giriwetan. Selain itu, masih ditemukan aktivitas pembakaran sampah secara terbuka yang menghasilkan banyak asap, yang dapat menyebabkan dampak negatif baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Baca juga: Belajar Menyikat Gigi Bareng Mahasiswa KKN: Edukasi Kesehatan Gigi Anak di RW 6 Sambiroto
Dampak jangka pendek dari pembakaran sampah terbuka antara lain:
- Batuk
- Mata merah atau berair
- Hidung terasa perih seperti terbakar
- Ruam
- Mual
- Sakit kepala
- Serangan asma pada penderita asma
Dalam jangka panjang, zat berbahaya yang dihasilkan dapat menyebabkan:
- Kanker
- Gangguan hati
- Gangguan sistem kekebalan tubuh
- Gangguan sistem reproduksi
Oleh karena itu, mahasiswa KKN kelompok 22 Universitas Tidar menghadirkan tungku bakar sampah minim asap sebagai kontribusi nyata. Alat ini bekerja dengan sistem aliran udara dua tahap yang membantu proses pembakaran menjadi lebih sempurna. Hasil akhirnya, asap yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka biasa.
Selain membuat alat, mahasiswa juga melaksanakan demonstrasi penggunaannya. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa pada Sabtu, 2 Agustus 2025, dan dihadiri oleh perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta pemuda Karang Taruna Desa Giriwetan.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi bahaya asap dari pembakaran sampah terbuka. Selanjutnya, disampaikan penjelasan mengenai desain dan keunggulan tungku bakar minim asap.
Baca juga: Bekal Digital Sejak Dini, Siswa SD Giriwetan Belajar Word Bareng Mahasiswa KKN Universitas Tidar
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat, dan diakhiri dengan penyerahan tungku secara simbolis dari perwakilan mahasiswa KKN kepada perwakilan perangkat Desa Giriwetan.
Dengan adanya tungku bakar sampah minim asap, mahasiswa KKN berharap pembakaran sampah secara terbuka di Desa Giriwetan dapat berkurang. Dengan demikian, lingkungan dan kesehatan masyarakat pun dapat terlindungi dari dampak asap berbahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung