Dorong Pertanian Modern, Mahasiswa Undip Hadirkan 12 Inovasi dan Pendampingan di Desa Dersansari
INDOZONE.ID - Kelompok Tani Desa Dersansari, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kini memiliki bekal baru untuk mengembangkan sektor pertaniannya.
Melalui Program Kerja Multi 1, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 100 Universitas Diponegoro menghadirkan 12 program inovatif yang memadukan teknologi tepat guna, penguatan kelembagaan, literasi pertanian, serta strategi pemasaran hasil panen.
Selama ini, Desa Dersansari masih mengandalkan metode pertanian tradisional, dengan lahan yang terbagi menjadi petak-petak kecil dan ancaman hama yang kerap memicu gagal panen.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa UNDIP dari berbagai disiplin ilmu mulai dari teknik, pertanian, kesehatan, ekonomi, bahasa, hingga sejarah berkolaborasi untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Inisiasi Budi Daya Lalat BSF, Atasi Masalah Sampah Sambil Buka Peluang Ekonomi
Inovasi teknologi yang dihadirkan antara lain alat pendeteksi hama otomatis berbasis sensor ultrasonik untuk mengusir hama tanpa pestisida kimia, alat penabur pupuk sederhana dari paralon bekas, serta lubang resapan biopori untuk menjaga kualitas tanah dan mencegah genangan air.
Petani juga mendapatkan buku panduan kesuburan tanah, buku saku Kamus Tani Trilingual, serta jurnal reflektif sebagai media pencatatan praktik pertanian secara rutin.
Dari sisi kesehatan dan keselamatan kerja, tim memberikan edukasi penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petani untuk mencegah dampak negatif paparan pestisida.
Sementara itu, dalam aspek pemasaran, dilaksanakan pelatihan labelisasi dan pengemasan produk sehingga hasil pertanian desa memiliki kemasan berlabel yang menarik dan layak jual.
Baca juga: 2 Mahasiswa Palestina Ambil Kuliah Speasialis di UNAIR, Bantu Masyarakat Gaza Jadi Motivasi Utama
Penguatan kelembagaan menjadi prioritas penting. Tim melakukan pendampingan restrukturisasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang mencakup pembaruan AD/ART, legalitas, administrasi umum, dan penyusunan dokumen rencana kerja kegiatan.
Selain itu, dilakukan pelatihan dan pendampingan mutasi SPPT PBB secara kolektif untuk mengurangi potensi konflik kepemilikan lahan di masa depan.
Tak hanya berfokus pada aspek teknis pertanian, KKN-T Tim 100 juga memperkaya wawasan masyarakat melalui penerbitan Buku Jejak Sejarah Sosial Budaya Desa Dersansari yang mendokumentasikan dinamika sosial, budaya, dan ekonomi desa pada periode 2020–2025.
Buku ini diharapkan menjadi arsip berharga sekaligus inspirasi bagi perencanaan pembangunan desa ke depan.
Program Multi 1 ini dilaksanakan sepanjang Juli hingga Agustus 2025, melalui tahapan observasi, perancangan alat dan panduan, pelatihan, penerapan di lapangan, serta evaluasi bersama masyarakat.
Baca juga: Bocor! Road Map Masuk PTN 2026, Panduan Lengkap Buat Calon Mahasiswa Baru
Dengan kombinasi inovasi teknologi, penguatan organisasi, peningkatan literasi, dan strategi pemasaran yang tepat, pertanian Desa Dersansari kini selangkah lebih maju menuju masa depan yang produktif, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung