Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 09:00 WIB

Mahasiswa UNPAD Selesaikan S2 dan S3 Dalam Waktu 3 Tahun, Dapat Beasiswa dan Raih IPK 4

Author

Cecep Suhandi, mahasiswa UNPAD yang menempuh S2 dan S3 dalam waktu 3 thaun (unpad.ac.id)

INDOZONE.ID - Cecep Suhandi, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Padjadjaran yang bisa lulus program Magister dan Doktor selama 3 tahun.

Ia mendapatkan program Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP), sebuah pendanaan yang diberikan Universitas Padjadjaran. Cecep lulus di usia sangat muda, yaitu 26 tahun.

Cecep mengangkat disertasi berjudul “Hydrogel Film-Forming Spray Formulation Containing Propolis-Based Nanostructured Lipid Carriers of α-Mangostin for Diabetic Wound Repair”.

Baca juga: 6 Kampus Tertua di Indonesia, Ada yang Sudah Berdiri dari Zaman Penjajahan Belanda

Inovasi Riset dengan Bahan Alami

Ia mengungkapkan, penelitiannya ini dilatarbelakangi karena minimnya obat untuk penyakit luka diabetes di Indonesia.

Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan bisa menjadi sebuah solusi bagi penderita diabetes, tapi dengan bahan alami yang sangat banyak tersedia di Indonesia.

“Seperti yang kita ketahui kalau pasien diabetes mengalami luka itu sulit untuk sembuh. Di Indonesia juga penggunaan obat untuk luka diabetes yang dapat digunakan secara mandiri oleh pasien itu masih minim. Saya melihat peluang ini dan ingin mencari solusi dengan memanfaatkan bahan alternatif yang melimpah di Indonesia, salah satunya adalah ekstrak kulit manggis,” ujar Cecep.

Baca juga: TBScreen.AI Inovasi UGM, Aplikasi Skrining TBC Berbasis AI Pertama Buatan Lokal

Raih IPK Maksimal

Bukan cuma bisa lulus S2 dan S3 dalam waktu tiga tahun, Cecep juga berhasil meraih IPK (Indeks Penilaian Kumulatif) 4,00. Selain itu, ia berhasil memublikasikan 25 karya tulis di jurnal bereputasi internasional.

Perjalanan Cecep bukan tanpa hambatan, ia mengaku dengan semangat dan konsistensi yang membuatnya berhasil melewati hambatan tersebut. Ia juga berhasil mencapai target yang ditentukan, serta terus berinovasi lewat riset dan penelitian.

Cecep juga menyebut, UNPAD memiliki peranan penting atas pencapaian yang didapatkannya saat ini. Ia merasakan hal ini karena mendapatkan kemudahan untuk bisa terjun langsung dalam aktivitas riset, serta kolaborasi dengan stakeholder.

“Di Unpad banyak sekali fasilitas-fasilitas yang mendukung untuk peningkatan kompetensi, baik dalam hal riset ataupun juga dalam penulisan publikasi ilmiah. Kalau kita punya karya yang bisa dipublikasikan di jurnal yang berkualitas juga bisa dibantu oleh Unpad,” kata Cecep.

Baca juga: 5 Platform Kuliah Online Gratis dari Kampus Top Global, Ada dari Harvard hingga MIT

Bukan Soal Biaya, Tapi Kesempatan Belajar

Cecep berpesan kepada para mahasiswa UNPAD, buat terus meningkatkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Ia juga berharap, agar bisa lebih banyak lagi mahasiswa UNPAD untuk lanjut ke jenjang Pascasarjana, apalagi dengan bantuan BUPP.

Baginya, program ini bukan sebatas untuk bantu biaya kuliah. Namun, sebagai fasilitas untuk mengembangkan diri serta membuka kesempatan kolaborasi riset hingga luar negeri.

“Harapannya di masa yang akan datang hasil riset bisa berdampak langsung pada masyarakat. Tidak hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga bisa berkolaborasi aktif dengan pihak industri, pemerintah sebagai regulatory affairs, juga masyarakat yang langsung merasakan manfaatnya” jelas Cecep.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unpad.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU