Selasa, 12 AGUSTUS 2025 • 18:00 WIB

Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Siswa SD Sriwulan 1 Belajar Kelola Sampah dengan Prinsip 3R

Author

Mahasiswa KKN-T 119 UNDIP Memberikan Edukasi Pengelolaan Sampah dengan Prinsip 3R dan Pemilahan Kepada Siswa SD Sriwulan 1 Sayung (Bima/Z Creators)

INDOZONE.ID - Masalah sampah sepertinya tidak pernah berakhir, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Produksi sampah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, perubahan gaya hidup, dan pola konsumsi masyarakat. Permasalahan yang muncul meliputi meningkatnya volume timbulan sampah, beragamnya jenis dan karakteristik sampah, hingga cara pandang masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Meski sudah ada regulasi terkait, penerapannya masih menjadi tantangan. Di negara-negara maju, berbagai langkah telah dilakukan untuk mengatasi isu ini.

Berdasarkan kondisi tersebut, sampah juga menjadi masalah penting di SD Sriwulan 1, Kecamatan Sayung. Sekolah ini belum memiliki fasilitas tempat sampah yang memadai, dan sebagian besar siswanya belum memahami konsep pengelolaan sampah. Prinsip pengelolaan sampah yang ideal untuk saat ini, khususnya di Indonesia, adalah 3R: Reduce, Reuse, Recycle.

Baca juga: Edukasi Cuci Tangan ala Tim KKN UNDIP: Langkah Kecil, Dampak Besar!

Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk menerapkan prinsip 3R masih rendah, padahal konsep ini sudah menjadi strategi nasional guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Edukasi pengelolaan sampah berbasis 3R perlu dilakukan sejak dini agar terbentuk rasa peduli dan kebiasaan memilah sampah dengan benar.

Kegiatan edukasi di SD Sriwulan 1 diawali dengan metode ceramah interaktif untuk mengenalkan jenis-jenis sampah, mulai dari sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering, hingga sampah anorganik seperti kaleng dan plastik. Siswa juga diajak memahami prinsip 3R sebagai langkah praktis mengurangi beban sampah di TPA.

Tak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa ikut bermain dalam game pemilahan sampah. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta menempatkan contoh sampah ke dalam kotak bertuliskan “Organik” dan “Anorganik”. Suasana semakin seru ketika tiap kelompok berusaha cepat dan tepat dalam memilih kategori yang benar.

Baca juga: Mahasiswa KKN Tim 13 Undip Susun Sejarah Desa Sriwulan, Hidupkan Kembali Kisah Lama

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan dapat meningkat. Lebih dari itu, mereka bisa menjadi agen perubahan yang mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk menerapkan pengelolaan sampah yang baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU