Penyerahan naskah sejarah Desa Sriwulan kepada Kepala Desa Sriwulan (Dina/Z Creators)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 13 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) bertajuk “Penyusunan Sejarah Desa Sriwulan”. Program ini digagas oleh Dina Islamiyah, mahasiswa Program Studi Sejarah, sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan sejarah desa yang terletak di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap belum adanya narasi sejarah desa yang kronologis dan terstruktur. Selama ini, informasi tentang sejarah desa hanya tersimpan di ingatan beberapa tokoh masyarakat, terutama para sesepuh desa. Padahal, Sriwulan memiliki nilai historis yang penting, tidak hanya bagi warganya, tetapi juga dalam konteks sejarah wilayah sekitarnya.
Tahap awal program dimulai dengan pengumpulan data sejarah melalui wawancara dengan Pak Basuri sebagai tokoh masyarakat atau sesepuh desa. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama perangkat desa serta Camat Limbangan. Dina menuturkan bahwa proses ini cukup menantang karena sebagian tokoh yang mengetahui detail sejarah desa telah meninggal dunia, sehingga informasi harus diperoleh dari narasumber yang tersisa.
Selain itu, proses verifikasi juga dilakukan dengan membandingkan cerita sejarah Sriwulan dengan kisah dari Desa Limbangan. Hal ini penting mengingat kedua desa memiliki keterkaitan historis, terutama pada masa awal pendiriannya. Pendekatan ini memungkinkan penyusunan narasi sejarah yang lebih akurat dan menyeluruh.
Hasil kerja keras ini kemudian dituangkan dalam bentuk naskah sejarah desa. Naskah tersebut tidak hanya memuat kisah asal-usul desa dan tokoh-tokoh pendirinya, tetapi juga perkembangan desa dari masa ke masa, termasuk perubahan sosial, budaya, dan ekonomi yang dialami masyarakat Sriwulan.
Baca juga: Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Sejarah Tembalang Lewat Poster Informatif
Berdiskusi dengan Pak Basuri sebagai sesepuh desa (Dina/Z Creators)
Baca juga: Edukasi Cuci Tangan ala Tim KKN UNDIP: Langkah Kecil, Dampak Besar!
Sebagai langkah pelestarian, naskah sejarah tersebut dicetak dalam bentuk booklet agar mudah diakses oleh masyarakat. Pemerintah desa menyambut baik inisiatif ini dan berharap dokumen tersebut dapat menjadi rujukan resmi, baik untuk kepentingan pendidikan lokal maupun penguatan identitas desa.
Kepala Desa Sriwulan, Bapak Sulistyo, mengapresiasi program ini dan menyebutnya sebagai langkah penting untuk awal tersusunnya sejarah Desa Sriwulan yang utuh. Ia menilai dokumentasi sejarah ini dapat menjadi modal sosial yang berharga bagi generasi muda agar mereka mengenal dan mencintai desanya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat selama proses pengumpulan data. Banyak warga yang ikut berbagi cerita dan foto-foto lama sebagai pelengkap. Meski demikian, Dina mengakui bahwa keterbatasan sumber sejarah menjadi hambatan tersendiri, sehingga dibutuhkan ketelitian dalam merangkai cerita agar tetap utuh dan berimbang.
Melalui program ini, KKN Tim 13 Undip tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi Desa Sriwulan, tetapi juga menegaskan pentingnya sejarah lokal sebagai bagian dari identitas suatu komunitas. Dokumentasi ini diharapkan menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan serta media edukasi yang dapat menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa.
Dengan selesainya penyusunan sejarah Desa Sriwulan, warga kini memiliki dokumen tertulis yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang, sebuah upaya kecil namun bermakna untuk menjaga agar jejak sejarah tidak hilang ditelan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung