Kisah Devit Febriansyah: Anak Petani yang Lolos ke ITB, Satu Kampung Patungan untuk Biaya Ongkos
INDOZONE.ID - Masalah finansial memang sering banget jadi kendala untuk melanjutkan kuliah. Namun, ini bukan menjadi penghalang karena ada banyak cara untuk mengatasinya.
Salah satu kisah inspiratif seorang mahasiswa bernama Devit Febriansyah, asal Kecamatan Malalak, Agam, Sumatera Barat yang tidak ada biaya untuk kuliah, padahal lolos di ITB.
Akan tetapi, orang-orang kampungnya bergerak untuk bantu Devit buat mewujudkan mimpinya.
Ia berasal dari keluarga yang sederhana, dengan bapak seorang petani. Tapi di satu sisi, Devit memiliki cita-cita besar, walaupun harus hidup ditengah masalah ekonomi yang dihadapi.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Kartu Pintar Luwu Timur 2025 Dibuka Hingga 31 Oktober
Belajar di Tengah Keterbatasan
Di tengah segala keterbatasan yang Devit hadapi, bukan berarti ia tidak bisa berusaha. Lahir dari seorang anak petani, seringkali pendapatannya tidak bisa mencukupi.
Sebab itu, sang ayah harus mencari kerja tambahan seperti kuli. Bukan cuma itu, Devit mengungkapkan kalau sang ibu juga sering membantu ayahnya.
Kondisi seperti ini membuat Devit terus berusaha dan gak pernah padam. Bahkan, Devit juga terus meraih prestasi.
Baca juga: Mahasiswa UGM Ciptakan CHA-EXO, Inovasi Tingkatkan Respon Imun Buat Vaksin Tanpa Suntik
Lolos di STEI-R ITB Jalur SNBP
Salah satu mata pelajar yang Devit gemari sejak SMA adalah Fisika. Kegemaran ini membuat Devit semakin tertarik untuk mendalami ilmu tersebut, khususnya tentang semikonduktor dan komputer kuantum.
Usaha Devit tidak sia-sia, proses belajar selama SMA membuahkan hasil. Ia berhasil lolos di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika-Rekayasa Institut Teknologi Bandung (STEI-R ITB jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Satu Kampung Bergerak untuk Devit
Lolos Devit ke ITB membuat kedua orang tua terharu dan senang, bahkan terlihat bangga atas prestasi sang anak. Namun, satu hal yang menjadi kekhawatirannya adalah biaya kuliah dan ongkos.
Kabar lolosnya Devit ke ITB tersebar ke masyarakat kampungnya. Kabar ini membuat warga bangga dan antusias, karena ada putra daerah yang lolos di kampus ternama di Indonesia.
Baca juga: Mahasiswa UGM Ciptakan CHA-EXO, Inovasi Tingkatkan Respon Imun Buat Vaksin Tanpa Suntik
Alhasil, para masyarakat di kampung Devit pun melakukan urunan (patungan) uang untuk biaya ongkos Devit ke Bandung.
“Saya tidak menyangka bahwa masyarakat akan seantusias dan sebanyak itu yang membantu saya,” ujar Devit.
Baca juga: Covatab: Tablet Pasta Gigi Ramah Lingkungan Ciptaan Mahasiswa UNY
Dapat Beasiswa KIP-K dan Dikunjungi Rektor Langsung
Perjalanan Devit ini juga menyebar bahkan ke Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara. Ia mengapresiasi dan memberi dukungan penuh kepada Devit untuk berkuliah di ITB.
Bukan cuma itu, tanggal 26 Juli 2025, Devit resmi berhasil lolos sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K). Langkah ini menjadi modal awal bagi Devit untuk serius belajar di ITB sampai lulus, serta mengejar cita-citanya.
Baca juga: Mahasiswa Program Doktor FMIPA UI Ciptakan Alat Pendeteksi Vitamin C, Lebih Cepat dan Praktis
Usaha Tidak Mengkhianati Hasil
Usaha dan perjuangan dari Devit menjadi bukti kalau apapun bisa diraih asal sungguh-sungguh. Ini bukan sekadar cerita perjuangan masuk kampus, tapi bagaimana berjuang di tengah keterbatasan yang dihadapi.
Selain itu, dari kisah Devit dapat melihat bagaimana ada solidaritas masyarakat dari kampus halaman Devit, yang terus mendorong putra daerah berprestasi meraih mimpinya.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah percaya dan membantu saya berkontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah tempat tinggal saya,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@gradient_idn, Instagram/@devit_febriansyah