Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 15:14 WIB

Mahasiswa UGM Ciptakan CHA-EXO, Inovasi Tingkatkan Respon Imun Buat Vaksin Tanpa Suntik

Mahasiswa UGM Ciptakan CHA-EXO, Inovasi Tingkatkan Respon Imun Buat Vaksin Tanpa SuntikIlustrasi seseorang sedang berobat ke dokter (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Siapa nih yang mau vaksin tapi takut sama suntikan? tenang, sekarang sudah gak perlu khawatir lagi. Saat ini, sudah semakin banyak pengembangan vaksin tanpa melalui suntikan atau vaksin mukosa.

Vaksin mukosa adalah proses vaksinasi tanpa melakukan suntikan. Prosesnya melalui permukaan tubuh seperti pada rongga mulut. 

Cara ini memang sudah banyak dilakukan, namun memiliki kelemahan yang dimana respon tubuh menjadi terbatas, dibandingkan vaksin dengan jarum suntik.

Sementara itu, belum ada inovasi zat tambahan atau adjuvan, yang bertujuan meningkatkan respon tubuh yang aman serta efektif.  Sebab itulah, inovasi adjuvan jadi sangat penting untuk suntik tanpa jarum era sekarang.

Baca juga: Covatab: Tablet Pasta Gigi Ramah Lingkungan Ciptaan Mahasiswa UNY

Salah satu pengembangan inovasi ini dilakukan oleh Andrani Arasati, mahasiswa Program Ilmu Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Ia melakukan inovasi bertujuan untuk meningkatkan respon imun tubuh, khususnya pada pemberian vaksin mukosa.

Andrani beserta promotor dan ko-promotor dari UGM dan Vasif Hasirci dari Acibadem University Turki, mengembangkan nanopartikel karbonat apatit (CHA). CHA ini dilapisi dengan eksosom, disingkat CHA-EXO. 

Eksosom merupakan partikel kecil alami, yang dilepaskan dari sel tubuh. Eksosom ini memiliki peran penting dalam komunikasi antar sel.

Baca juga: Mahasiswa Program Doktor FMIPA UI Ciptakan Alat Pendeteksi Vitamin C, Lebih Cepat dan Praktis

Ada Dua Tahapan Tes

Untuk mengetahui efektivitasnya, CHA-EXO melewati beberapa tes. Arin menyebut kalau terdapat dua tahapan. Pertama, nanopartikel diuji berdasarkan ukuran, bentuk, hingga kemampuan membawa protein dan bisa menembus sel tubuh. 

“Hasil uji menunjukan bahwa nanopartikel memiliki ukuran yang ideal, stabil, dan mudah diserap oleh tubuh oleh sel-sel tubuh,” katanya

Sedangkan tes kedua, dilakukan pada rongga mulut, bertujuan untuk melihat nanopartikel bisa menembus di sekitar area tersebut. 

“Hasilnya sangat menggembirakan. Partikel CHA-EXO yang berukuran sekitar 100-140 nm mampu masuk secara bertahap melalui lapisan epitel rongga mulut buatan. Ini menunjukkan bahwa adjuvan baru CHA-EXO dapat menjadi sistem penghantar vaksin yang efektif melalui mukosa mulut,” lanjut Arin.

Baca juga: Mahasiswa BINUS Unjuk Gigi di Kancah Internasional, Lolos Festival Game Developer BIC 2025 di Korea Selatan!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa UGM Ciptakan CHA-EXO, Inovasi Tingkatkan Respon Imun Buat Vaksin Tanpa Suntik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!