INDOZONE.ID - Setiap kekurangan pasti tetap ada kelebihan, setiap kendala pasti ada penyelesaian.
Pernyataan tersebut cocok dibuktikan oleh Anis Rahmatillah, mahasiswa penyandang tunadaksa yang berhasil lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia merupakan mahasiswa jurusan Biologi yang berhasil lulus dengan IPK 3,56.
Masuk jurusan Biologi merupakan mimpi dari Anis. Hal ini berawal dari dirinya saat mengikuti olimpiade Biologi saat duduk di bangku SMA, hingga akhirnya meyakinkan diri untuk masuk ke jurusan tersebut.
Dalam skripsinya yang berjudul “Respons Anatomis dan Analisis Histokimia Batang Tembakau (Nicotiana tabacum L. ‘Manilo’) dengan Penambahan Pupuk Nitrogen pada Cekaman Kekeringan”, Anis meneliti tentang mekanisme adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan.
Baca juga: Hampir Batal Kuliah, Kini Wahyu Jadi Mahasiswa Unila Berkat Tekad dan Doa
Dukungan Penuh dari Teman-teman
Saat berkuliah, Anis mengaku mendapatkan dukungan penuh dari dosen dan teman-temannya, yang selalu memahami dan membantu kondisinya. Anis pun selalu berkontribusi dalam berbagai kegiatan kelompok, baik di laboratorium maupun di lapangan.
“Jujur tanpa sadar di beberapa semester awal masuk offline aku sempat mau menyerah dan mau pindah jurusan, tapi melihat dukungan dari semua aspek, baik teman-teman maupun tendik dan asisten jadi merasa dirangkul lagi,” ujarnya.
Baca juga: Pelayanan Makin Mudah, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Website Desa Dersansari
Motivasi dari Orang Tua
Tujuan Anis berkuliah hingga pada akhirnya bisa wisuda, tidak terlepas dari dukungan dan motivasi orang tua. Bagi Anis, cumlaude bukanlah ukuran kepintaran seseorang, melainkan bagaimana menunjukkan komitmen terhadap pilihannya untuk berkuliah.
Selain itu, sebagai bentuk menghargai perjuangan orang tua yang telah banting tulang membiayainya untuk Anis berkuliah.
Baca juga: Dari IPK 2,69 Menjadi Asisten Profesor: Kisah Bagus Muljadi yang Mengubah Paradigma Dunia Akademik
Jadi Asisten Praktikum
Selama kuliah, Anis juga aktif jadi asisten praktikum pada mata kuliah Biologi Umum, Struktur dan Perkembangan Tumbuhan, serta Anatomi Tumbuhan.
Selain aktif sebagai asisten praktikum, ia juga turut terlibat dalam organisasi yaitu Kelompok Studi Arsitektur Taman.
Baca juga: Petani Desa Dersansari Kini Punya Solusi Hama! Mahasiswa UNDIP Kenalkan Pestisida Akar Bambu
Termotivasi dari Lagu
Dengan usaha dan kerja keras yang dilakukan Anis, ia mengaku salah satu motivasinya datang dari lagu The 1975 berjudul “Always Wanna Die (Sometimes)”, yaitu “If you can’t survive, just try. Lagu ini berhasil buat Anis semakin melaju, hingga berhasil lulus.
“Kadang kita sebagai manusia tuh terlalu terpaku dengan hasil akhir kita, survive atau nggak. Padahal yang lebih penting itu adalah the fact that we keep going with our days every single day (fakta bahwa kita terus menjalani hari-hari kita setiap hari),” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id