INDOZONE.ID - Tim Enjinai, gabungan Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) dan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) berhasil meraih medali perak dalam kompetisi The International Science Project Competition (ISPC) lewat Inovasi Energi Panas Bumi pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Kompetisi ini diikuti oleh 150 tim dari berbagai negara, mulai dari Thailand, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, hingga India yang turut bersaing menampilkan riset terbaiknya.
Baca juga: Kenalan dengan Sareku, Inovasi Mahasiswa KKN untuk Pengering Herbal Praktis di Rumah
Apa itu ISPC?
International Science Project Competition (ISPC) merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientists Association (IYSA).
Kompetisi ini berlangsung secara hybrid, luring, di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) dan daring melalui Zoom.
Inovasi Energi Panas Bumi
Tim Enjinia menyampaikan riset tentang pemanfaatan panas bumi bersuhu rendah yang selama ini jarang digunakan.
Mereka memakai teknologi Organic Rankine Cycle (ORC) dengan cairan khusus bernama n-pentane yang bisa mendidih di suhu rendah.
"Banyak sumur panas bumi di bawah 100 derajat celcius tidak efektif kalau pakai sistem biasa. Dengan ORC dan n-pentane, energi itu tetap bisa diubah jadi listrik,” ujar Muhammad Adli Fahrezy Tombora, anggota tim dari PEM Akamigas.
Teknologi ini diharapkan bisa jadi solusi energi yang lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan.
Kolaborasi Teknik dan Sastra
Uniknya, meski riset berbasis teknik, keberhasilan tim gak lepas dari peran dua mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR, Nada Alifia Susandi dan Rika Adani Widya Imannajwa.
Kedua mahasiswa ini bertanggung jawab menyusun dan menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris di depan dewan juri internasional.
"Tugas kami adalah mengkomunikasikan gagasan tim dengan jelas dan meyakinkan. Itu bukan hal mudah karena kami harus memahami materi teknik yang jauh dari bidang kami," ungkap Nada.
Selain itu, proyek ini juga dibimbing oleh Dosen Yohanes Gunawan, S.T.,MT.
Ada Tantangan Gak Sih?
Tentunya ada tantangan yang dihadapi tim Enjinai. Tantangannya ada saat melakukan presentasi, di mana proses presentasi pun tak berjalan mulus.
Karena memilih jalur daring, tim sempat menghadapi kendala jaringan internet hingga hampir terlambat masuk ke ruang presentasi.
Baca juga: AirBiliNest: Inovasi UNAIR dalam Ajang KSTI 2025, Bisa Atasi Penyakit Kuning pada Bayi
“Kami beberapa kali terlempar dari Zoom. Tapi kami belajar untuk tetap tenang, karena kesan pertama sangat penting,” tambah Rika.
Nah, ternyata dibalik keberhasilan tim Enjinai ada kerja sama tim yang baik dan saling melengkapi. Selain itu tantangan juga gak menjadi penghalang untuk mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id