INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali unjuk gigi sebagai pionir inovasi dengan menggagas Indonesia Investment Exhibition (IIE) 2025, di Dubai, Uni Emirat Arab.
Acara ini menjadi jembatan baru bagi startup Indonesia buat melenggang ke kancah internasional, serta membuka kesempatan untuk pengembangan teknologi.
Baca juga: Kisah Welin Kusuma, Koleksi 45 Gelar dengan Rekor 111 SKS dalam Satu Semester
Kolaborasi Banyak Stakeholder
Ketua Penyelenggara IIE 2025, Dr. Arman Hakim Nasution mengatakan, kalau pagelaran ini adalah kolaborasi antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai, Digital Syariah Technology (DST), dan Indonesia Blockchain Centre (IBC) ITS.
Selain itu, acara ini juga melibatkan 19 perusahaan dan sejumlah startup inovatif yang juga berpartisipasi.
“Kegiatan ini menjadi acara investasi terbesar yang diadakan di Dubai di tahun 2025 ini,” ujar Arman.
Baca juga: Magang atau Freelance? Mana Lebih Worth it untuk Mahasiswa, Cek Perbedaannya!
IIE 2025 bertujuan sebagai wadah untuk mempertemukan investor, pelaku industri, serta pemangku kebijakan dalam satu tempat.
Melalui forum ini, para stakeholder bisa menjalin komunikasi, memperluas jaringan, serta menemukan peluang bisnis baru. Cara ini diharapkan bisa menggerakan ekonomi nasional dan global.
“Penyelenggaraan IIE 2025 ini sejalan dengan visi dan misi ITS dalam mengembangkan ekosistem startup dan inovator,” ungkapnya.
Baca juga: 5 Cara Efektif Bangun Relasi untuk Mahasiswa: Bekal Berharga untuk Masa Depan
Branding ITS dalam Kancah Internasional
Acara ini tidak terlepas dari hubungan baik antara ITS dan KJRI Dubai, serta KBRI Abu Dhabi. Bagi Arman, jejaring diplomatik ini jadi faktor penting buat menarik para investor.
Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik ITS tersebut melanjutkan bahwa ajang ini akan semakin memperkuat branding ITS di kancah internasional, terlebih lagi karena ITS menjadi pengawal untuk menginisiasi forum investasi lintas negara.
Melalui kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga dalam mendampingi startup, mulai dari proses seleksi, kurasi, hingga pendampingan setelah mereka mendapatkan pendanaan dari investor.
Baca juga: Dosen UNDIP Kembangkan Teknologi Cyborg Insect: Inovasi Perpaduan Biologi dan Robotika
MoU dengan Berbagai Kampus
Arman juga menyebut, ITS telah menjalankan Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai universitas-universitas di Dubai. Khususnya pada tiga bidang utama, yaitu energi baru dan keberlanjutan, kecerdasan buatan, dan ilmu kesehatan dan bioteknologi.
“Kekuatan ekonomi bersumber dari inovasi, dan inovasi bersumber dari riset di universitas,” tambahnya.
Ia berharap, dari kegiatan ini bisa memberikan kontribusi langsung kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id