INDOZONE.ID - Kamu punya gelar S.Psi., tapi malah jadi wedding organizer? Atau, mungkin kamu merasa gelar kuliahmu tidak sesuai dengan pekerjaanmu sekarang? Jangan khawatir, hal tersebut wajar.
Banyak orang merasa tidak cocok dengan bidang yang mereka pelajari di bangku kuliah, itu bukan masalah. Meski label pekerjaan atau profesi kamu berbeda, seperti sales, fotografer, atau penulis, ilmu yang kamu dapatkan saat kuliah tidak akan hilang.
Sebaliknya, coba fokus pada keterampilan dasar yang kamu miliki, telah terlatih dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Baca juga: Salah Jurusan Bukan Berarti Gagal, Ini Skill yang Paling Dicari Perusahaan saat Ini!
Transferable Skills
Keterampilan di atas disebut transferable skills, yaitu kemampuan yang bisa kamu gunakan di berbagai bidang pekerjaan. Singkatnya, keterampilan ini bisa dipindahkan ke pekerjaan baru meski asalnya dari pengalaman masa lalu.
Keterampilan ini sangat penting melihat ketatnya persaingan pasar kerja. Inilah mengapa transferable skills relevan bagi mahasiswa atau fresh graduate yang tengah mencari peluang.
Keahlian ini membantumu meningkatkan daya saing, membuka pintu karier baru, dan menjadikanmu pribadi yang adaptif.
Baca juga: 5 Basic Skill yang Mahasiswa Baru Wajib Punya, Biar Gak Bingung Pas Masuk Kelas
Contoh Transferable Skills dalam Praktik
-
Keahlian Excel dari Akuntansi
Kemampuan fasih menggunakan Excel yang didapatkan dari jurusan akuntansi bisa sangat berguna untuk analisis data, manajemen proyek, atau bahkan perencanaan keuangan pribadi dalam berbagai jenis bisnis, mulai dari startup hingga korporasi besar.
-
Kemampuan Debat dari Filsafat
Pengalaman mengasah logika dan argumentasi dalam debat dari jurusan filsafat dapat dimanfaatkan untuk negosiasi bisnis, problem-solving kompleks, atau bahkan mengembangkan strategi pemasaran yang persuasif.
Baca juga: Sambutan Hangat PNJ Terima Kunjungan Study Tour Polban: Perkuat Softskill Hingga Kerja Sama Ormawa
-
Membaca Psikologi dari Ilmu Psikologi
Ilmu membaca psikologi dan gerak-gerik manusia yang dipelajari bisa menjadi aset berharga bagi seorang Wedding Organizer, untuk memahami keinginan klien, mengelola ekspektasi, dan menangani berbagai karakter calon pengantin atau keluarga mereka.
-
Skill Menjual dari Pengalaman Sales
Kemampuan menjual barang tidak hanya terbatas pada dunia sales konvensional. Ini bisa diadaptasi untuk "menjual" ide atau jasa saat handle klien di bisnis agensi digital, atau bahkan membangun personal branding sebagai seorang content creator.
Baca juga: Pra-Event ANEXPO 2024: Kembangkan Skill Mahasiswa Dengan Eksplorasi Pandora
-
Membangun Bisnis dari Nol
Pengalaman membangun bisnis dari nol, meski gagal, adalah gudang transferable skills.
Ini melatih kamu dalam perencanaan strategis, manajemen risiko, pemasaran, dan ketahanan, yang sangat relevan untuk menjadi seorang content creator sukses atau penulis buku dengan kemampuan memasarkan karyanya.
Jadi, jangan terpaku pada profesi. Mulai refleksi setiap pengalamanmu dari kelas, organisasi, hingga hobi. Tanyakan pada dirimu, "Keterampilan apa yang saya gunakan? Apakah ini bisa berguna di konteks lain?"
Bisa jadi, kamu sebenarnya punya aset keahlian tersembunyi! Kembangkan kekuatan unikmu dan taklukkan setiap tantangan dan rebut kesempatan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPM School Of Management