Jumat, 12 SEPTEMBER 2025 • 16:00 WIB

Dosen UNY Dorong Pengembangan Sabun Herbal, Olah Limbah Jadi Produk Bernilai

Author

Proses praktek pembuatan sabun herbal (uny.ac.id)

INDOZONE.ID - Departemen Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan sabun herbal ramah lingkungan, yang memanfaatkan limbah rumah tangga.

Pengembangan ini dilakukan oleh tim pengembangan dari Departemen Pendidikan Kimia UNY, yang beranggotakan Prof. Eli Rohaeti, Dr. Suwardi, dan Dini Rohmawati, Ph.D. 

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa TAMBA SAMBA Dibuka, Bisa Studi ke AS Gratis Plus Uang Saku Rp41 Juta

Mereka melakukan kegiatan pengabdian masyarakat pada skema PkM Penugasan Guru Besar dan Tenaga Dosen Struktural Tahun 2025, pada Mitra Warga Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM Jogja).

Selain itu, tim pengembangan juga melakukannya pada masyarakat sekitar di Muja Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. 

Baca juga: 4 Cara Efektif Belajar IELTS: Dijamin Dapat Skor Tinggi dan Lolos di Kampus Impian

Eco Enzim dan Sabun Herbal Ramah Lingkungan

Pembuatan eco enzim dan sabun herbal ramah lingkungan ini berbahan limbah rumah tangga yang punya nilai jual, serta mudah dipasarkan. Selain itu, usahanya bisa dikembangkan oleh masing-masing individu.

Produk ini memiliki keunggulan yaitu sifat antibakteri dan antijamur yang sangat tinggi. 

Baca juga: Komisi X DPR RI Minta Beasiswa LPDP Lebih Transparan dan Perbanyak Kuota Afirmasi

Eli Rohaeti sebagai ketua tim mengungkapkan situasi dari mitra harus dicarikan solusi, salah satunya banyaknya limbah dari aktivitas rumah tangga. Limbah ini jadi masalah karena masyarakat belum paham untuk mengelolanya.

Biasanya, limbah bisa mencemarkan lingkungan bahkan memicu penyakit. Limbah yang dihasilkan rumah tangga dapat berupa minyak goreng bekas, sisa buah-buahan, dan sisa bagian sayur-sayuran yang tidak dikonsumsi.

Baca juga: 6 Tips Metode Belajar Efektif untuk si Mahasiswa Pelupa!

Selain itu, ada pembatasan jenis dan jumlah limbah yang bisa dibuat ke TPAS Piyungan. Hal ini membuat warga membuat limbah di lingkungan sekitar.

“Padahal limbah tersebut masih dapat diolah menjadi bahan bernilai ekonomi, seperti minyak goreng bekas dapat dijadikan bahan utama dalam pembuatan sabun, limbah buah- buahan dan sayur-sayuran dapat difermentasi menjadi eco enzim sebagai bahan aditif dalam pembuatan sabun,” ujar Eli.

Baca juga: Inspiratif! Deva Ale, Mahasiswi ITB Stikom Ambon Presentasi Skripsi Pakai Bahasa Isyarat

Peluang Berwirausaha

Ia mengatakan salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan yaitu menjadi wirausaha melalui pembuatan produk sabun herbal yang menjadi kebutuhan semua orang di dunia ini. 

Limbah sayuran dan buah-buahan dapat dimanfaatkan melalui pengolahan dengan alat dan metode sederhana menjadi eco enzim yang selanjutnya dapat dijadikan bahan baku untuk membuat sabun herbal dengan aroma terapi. 

“Dari hal tersebut perlu dilakukan pelatihan tentang pengolahan limbah minyak goreng dan limbah sayur-sayuran serta limbah buah-buahan menjadi suatu material yang memiliki nilai ekonomi,” sambungnya.

Baca juga: Tim Reactics UGM Raih Juara Chem-E-Car, Pastikan Siap Tanding Kompetisi Internasional di Boston

Eli juga menyebut, pelatihan yang dilakukan karena bisa memanfaatkan bahan yang gampang didapat dan harganya murah, ditambah hanya menggunakan alat sederhana.

Dengan berwirausaha pada bidang ni, diharapkan warga bisa meningkatkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian, sehingga bisa meningkatkan perekonomiannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU