Jumat, 19 SEPTEMBER 2025 • 18:10 WIB

Oxford dan EIT Luncurkan Program AI Vaksin Ambisius untuk Melawan Infeksi dan Antibiotik Resisten

Author

Ilustrasi AI Vaksin (freepik.com)

INDOZONE.ID - Siapa sih yang gak tau University Oxford? Profesor, mahasiswa, alumni dan inovasi dari Oxford pasti selalu jadi perhatian dunia.

Nah kali ini Oxford University dan Ellison Institute of Technology (EIT), lagi kerja sama lewat program CoI-AI (Correlates of Immunity - Artificial Intelligence), sebuah inisiatif penelitian vaksin berbasis AI.

Baca juga: Keren! 3 Inovasi Medis Mahasiswa Telkom Surabaya Ini Langsung Diterapkan di RS Indonesia

Apa Itu Program CoI-AI?

Program ini dipimpin oleh Oxford Vaccine Group, dengan pendekatan gabungan antara studi imunologi mutakhir, model tantangan manusia (human challenge models), dan teknologi AI dari EIT.

Tentu aja tujuannya memahami secara lebih dalam bagaimana tubuh melawan infeksi dan bagaimana vaksin bisa melindungi dengan cara yang lebih efektif dan prediktif. 

Sasaran mikroorganisme yang akan diteliti meliputi patogen yang udah lama jadi tantangan bagi vaksin tradisional, antara lain Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli.

Patogen-patogen tersebut sering kali gak dapat dikendalikan dengan metode vaksin konvensional karena kompleksitas respons imun yang gak sepenuhnya dipahami.

Metode human challenge model akan digunakan, dan sukarelawan yang diamati secara ketat akan terpapar bakteri dalam kondisi terkendali, agar respons kekebalan tubuh dapat dipelajari secara langsung dan real time.

Data dari studi ini kemudian akan diolah dengan alat-alat imunologi modern dan AI untuk mencari korelasi kekebalan indikator imun yang bisa memprediksi perlindungan setelah vaksinasi.

Keunggulan dan Inovasi CoI-AI

1. Integrasi AI & Imunologi Tingkat Lanjut

Dengan teknologi AI dari EIT, analisis data imun gak lagi hanya manual atau berdasarkan asumsi historis. Model AI dapat membantu mengurai pola respons imun kompleks yang mungkin terlewat oleh pengamatan manusia.

2. Antisipasi Antibiotik Resisten

Beberapa bakteri sasaran dalam proyek ini adalah penyebab infeksi serius dan telah menunjukkan resistensi terhadap antibiotik. Vaksin yang efektif bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada antibiotik.

3. Percepatan Penelitian Vaksin

Kombinasi model tantangan manusia dan AI memungkinkan pengukuran dan evaluasi yang lebih cepat dibanding jalur vaksin konvensional yang butuh waktu bertahun-tahun. Dengan insight yang lebih cepat dan data yang kaya, desain vaksin baru bisa dikembangkan lebih gesit.

4. Skala Global & Dampak Jangka Panjang

Karena masalah infeksi dan resistensi antibiotik adalah persoalan global, hasil dari CoI-AI diharapkan bisa memberikan manfaat luas. Selain itu, kemitraan ini mendukung generasi ilmuwan di masa depan lewat pelatihan dan pengembangan yang diarahkan ke penggunaan AI dalam imunologi.

Baca juga: TrunkTone, Inovasi Mahasiswa IPB Sulap Limbah Sawit Jadi Peredam Akustik Ramah Lingkungan

Program CoI-AI ini nunjukin kalau teknologi dan biologis bisa bersinergi untuk hasil yang lebih cepat dan lebih aman.

Nah, gimana nih menurut kamu soal inovasi ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ox.ac.uk

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU