INDOZONE.ID - Universitas Diponegoro (UNDIP) menambah catatan emas di panggung akademik global. Delapan penelitinya resmi tercatat dalam daftar 2% ilmuwan teratas dunia 2025 yang disusun tim Stanford Elsevier berbasis data Scopus.
Tahun ini jumlahnya naik dari tujuh menjadi delapan nama, menandakan konsistensi produktivitas sekaligus melebarnya spektrum keahlian yang diakui internasional.
Baca juga: Selamat! Dua Profesor UIN Jakarta Masuk Daftar Top 2% Ilmuwan Dunia
Dalam rilis resmi universitas pada 22 September 2025, UNDIP menyebut capaian ini ikut menentukan arah pengembangan ilmu pengetahuan di bidangnya masing-masing.
Daftar Nama
Reputasi riset delapan nama di daftar top-cited memperkuat posisi UNDIP dalam jejaring kolaborasi dan pendanaan internasional.
Oleh karena itu Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, menegaskan dukungan institusional terhadap fasilitas riset, kolaborasi global, dan penguatan kapasitas peneliti sebagai prasyarat universitas riset yang memberi manfaat nyata ke publik.
Inilah Daftar nama para profesor yang telah membanggakan Indonesia terutama UNDIP dengan prestasi internasionalnya:
- Prof. Hadiyanto (Teknik bioproses dan energi) di peringkat 42.275.
- Prof. Sugiharto (Peternakan dan Pertanian, nutrisi hewan dan bioteknologi pertanian) di peringkat 57.872.
- Prof. Tutuk Djoko Kusworo (Teknik membran dan pemisahan gas) di peringkat 115.946.
- Prof. Heru Susanto (Teknik membran dan polimer) di peringkat 168.323.
- Prof. Andri Cahyo Kumoro (Teknik pemrosesan hasil pertanian) di peringkat 192.761.
- Prof. Jamari (Teknik tribologi dan engineering design) di peringkat 212.233.
- Dr. Eng. Achmad Widodo (Teknik AI dan diagnosis kerusakan mesin) di peringkat 297.148.
- Prof. Athanasius Priharyoto Bayuseno (Teknik material dan rekayasa mekanik) di peringkat 321.937.
Profil singkat yang dirilis UNDIP menegaskan dampak nyata karya mereka dari teknologi lingkungan dan energi bersih, peningkatan kesehatan serta produktivitas ternak, hingga material maju, bio-tribologi, dan penerapan AI pada keandalan mesin industri.
World’s Top 2% Scientist?
Daftar World’s Top 2% Scientists disusun tim Stanford bekerja sama dengan Elsevier melalui indikator komposit (c-score) yang mencakup sitasi, h-index, posisi kepenulisan (penulisan tunggal atau pertama atau terakhir). Serta penyesuaian kolaborasi dengan keluaran karier panjang dan satu tahun terkini yang diperbarui setiap tahun.
Dataset resmi terbaru pada Agustus 2025 dirilis terbuka pada repositori Elsevier Digital Commons, menjadikannya salah satu tolok ukur paling rujukan di komunitas ilmiah global.
Dengan adanya pijakan data sitasi yang kuat, langkah lanjut bisa diarahkan ke konsorsium riset multi-lokasi dan open science untuk percepat pertukaran data, serta inkubasi teknologi yang menjembatani lab to market.
Baca juga: Pure Blood vs Muggle Born: 5 Pola Jalur Jadi Dosen di Indonesia, Jepang, dan China
Kehadiran delapan ilmuwan UNDIP dalam daftar ini menunjukkan pengakuan dari dunia internasional, dan menjadi bukti kalau kontribusi mereka telah memberikan pengaruh signifikan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan global sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
Nah, gimana menurut kamu sama pencapaian dari para profesor UNDIP nih?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Undip.ac.id