Ilustrasi mahasiswa jurusan pendidikan (freepik)
INDOZONE.ID - Mau jadi dokter, pengacara, ataupun pemilik bisnis, punya tantangan masing-masing, begitu juga kalau ingin jadi dosen.
Kalau saat ini kamu kuliah S1, S2, S3, bahkan ambil PhD untuk mengejar mimpi jadi dosen berkompeten, kamu juga perlu tahu medan karier para calon dosen.
Berlabuh di dunia pendidikan tinggi punya jalannya sendiri-sendiri. Nah, ini dia pola jalur dosen di Indonesia, Jepang, dan China dengan analogi ala Harry Potter!
Baca juga: Mata Kuliah Harry Potter: Kelas Unik di 2 Universitas Terkemuka di Dunia, Belajar Sihir?
Di Indonesia, banyak kampus top yang cenderung mencari dosen dari kalangan alumninya sendiri. Lihat rekam jejak S1 sampai S3-mu, kalau semuanya di kampus yang sama dengan tempat yang kamu tuju, peluang untuk mengajar di sana biasanya lebih besar.
Buat mahasiswa pendidikan yang bercita-cita jadi dosen, ikatan alumni bisa jadi kartu "reserved"-mu!
Baca juga: Incar Spesialis Kedokteran? Simak 4 Bidang Ini Beserta Peluang Karier, Gaji, dan Bisnis
Kalau kamu alumni yang ingin kembali jadi dosen di almamater, tapi menempuh S2 dan S3 di kampus lain (atau sebaliknya), berarti kamu masuk posisi "half blood". Peluangnya tetap ada karena ada keterikatan, meski tidak sekuat pure blood yang kental.
Kalau kamu PhD dari kampus top luar negeri lalu daftar jadi dosen di kampus dalam negeri tapi ditolak karena bukan alumni, berarti kamu muggle born. Kamu tetap hebat di luar negeri, tapi kurang diterima di "keluarga besar" kampus.
Berbeda dengan Indonesia, di Jepang faktor almamater tidak terlalu berpengaruh. Perekrutan dosen lebih menekankan kualitas riset dan kontribusi akademik.
Semakin banyak riset bermutu yang kamu hasilkan, semakin besar peluang membuka jalan karier sebagai dosen di Jepang.
Sedangkan di China, kuncinya ada pada kompetensi dan publikasi. Banyak karya yang diterbitkan jadi fokus utama, khususnya yang memberi dampak besar.
Semakin banyak publikasi berkualitas yang kamu hasilkan, semakin tinggi peluang masuk "waiting list" teratas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis