Sukses Gelar Seminar Nasional, FIB Undip Angkat Isu Profesionalisme Penulisan Sejarah di Gedung Art Center
INDOZONE.ID - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) baru saja menggelar seminar nasional bertajuk “Profesionalisme dalam Penulisan Sejarah untuk Merajut Ke-Indonesiaan”.
Seminar ini berlangsung di Gedung Art Center FIB Undip dan jadi bagian dari sosialisasi penulisan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global."
Nah yang hadir juga nggak main-main. Mulai dari dosen, guru sejarah, akademisi, sampai mahasiswa ikut nimbrung. Ruang seminar penuh dengan obrolan akademis yang hangat tapi tetap cair, bikin suasana jadi lebih hidup.
Pesan dari Pimpinan Undip dan FIB
Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Diponegoro yang diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU., selaku Direktur Reputasi Kemitraan dan Konektivitas Global (DRKKG) Undip.
Beliau menekankan pentingnya profesionalisme dalam menulis sejarah, apalagi di era globalisasi ketika identitas bangsa bisa gampang terkikis kalau nggak dijaga.
Dekan FIB Undip, Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum., juga menegaskan kalau seminar ini bukan sekadar ruang akademik.
Lebih dari itu, acara ini jadi momentum untuk memperkuat rasa kebangsaan lewat sejarah yang ditulis dengan kredibilitas tinggi dan tetap berpihak pada kepentingan bangsa.
Hadir pula Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum., Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI, yang bikin acara ini makin berbobot dengan perspektif dari dunia kebijakan nasional.
Baca juga: ICOCAS 2025: FIB Undip Sukses Gelar Konferensi Internasional Selama Dua Hari yang Penuh Inspirasi
Hadirkan Akademisi Top di Bidang Sejarah
Seminar ini juga menghadirkan akademisi dari berbagai kampus besar di Indonesia. Amrullah Amir, Ph.D. (Universitas Hasanuddin) mengulas soal pentingnya sejarah lokal dalam membangun narasi kebangsaan di tengah era globalisasi.
Lalu ada Dr. Waskito Widi Wardoyo, M.A. (Universitas Sebelas Maret), yang mengupas tentang perspektif Indonesiasentris dalam penulisan nasionalisasi aset kolonial.
Dari Undip sendiri, Dr. Mahendra Puji Utama, M.Hum. membawakan materi menarik tentang penguatan perspektif emik dalam penulisan sejarah.
Diskusi ini dipandu oleh Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M.Si., Guru Besar Sejarah FIB Undip, yang bikin jalannya seminar tetap serius tapi juga interaktif.
Ruang Refleksi Bersama
Lebih dari sekadar forum akademis, seminar ini jadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana sejarah bisa jadi benang merah untuk merajut kebinekaan.
Di tengah derasnya arus global, sejarah yang ditulis dengan sudut pandang bangsa sendiri dianggap penting banget untuk menjaga jati diri Indonesia.
Peserta juga diajak untuk melihat sejarah bukan hanya sebagai cerita masa lalu, tapi juga modal besar untuk membangun masa depan.
Sejarah yang ditulis dengan akurat dan berpihak pada kepentingan bangsa bisa memperkuat persatuan dan bikin generasi muda makin sadar akan akar budayanya.
Baca juga: Indozone dan FIB Undip Perpanjang Kerja Sama hingga 2026, Mahasiswa Dapat Banyak Keuntungan!
Dari forum ini, ada harapan besar kalau hasil diskusi bisa memberi kontribusi nyata untuk penyusunan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global".
Buku ini nantinya diharapkan bisa jadi referensi penting, bukan cuma buat mahasiswa dan dosen, tapi juga buat masyarakat luas.
Seminar nasional ini sekaligus jadi bukti kalau FIB Undip konsisten merawat tradisi akademik sekaligus menjaga memori kolektif bangsa.
Karena sejatinya, sejarah nggak pernah berhenti di masa lalu, ia terus hidup untuk jadi panduan generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung