Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 11:43 WIB

Mahasiswa Double Degree UGM Raih Penghargaan Poster Prize di Konferensi Bergengsi Eropa

Author

Tiara Putri (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa double degree doktoral Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Department of Molecular Genetics and Infection Biology University of Greifswald Jerman, Tiara Putri, dapat penghargaan Poster Prize di ajang  77th Annual Conference of The German Society for Hygiene and Microbiology di Jena, Jerman.

Diketahui, konferensi ini adalah salah satu ajang mikrobiologi bergengsi di Eropa. Ia membuat presentasi poster dengan judul “Impact of Pneumolysin, Hydrogen Peroxide, and Streptococcus Pneumoniae Strains on Blood - CSF Barrier Integrity in a Human Choroid Plexus Co-Culture”.

Baca juga: Bukan Buang Waktu! Ini 5 Alasan Harvard Dukung 'Gap Year', Bahkan Jadi Opsi yang Dianjurkan

Meraih Penghargaan Poster Prize

Ini merupakan riset yang memberikan pemahaman baru tentang mekanisme Streptococcus pneumoniae (salah satu bakteri patogen pada manusia), yang bisa merusak integritas sistem blood-cerebrospinal fluid barrier.

Konferensi ini diikuti oleh 188 peserta dari berbagai negara, dan Tiara sukses meraih salah satu dari lima orang yang dapat Poster Prize.

“Bersyukur, saya bisa mendapat penghargaan untuk poster riset saya,” kata Tiara.

Tiara menyebut, riset yang dilakukan tidak terlepas dari pengalamannya saat menempuh S3 double degree. Ia mengaku bisa mendapatkan kesempatan belajar di dua lingkungan berbeda. 

Baca juga: 180 Km Nonstop! Ribuan Pelari Ramaikan Wondr ITB Ultra Marathon 2025

Dua Lingkungan Akademik Berbeda

Baginya, S3 di Fakultas Biologi UGM bisa memberikan pondasi kuat Ilmu Biologi. Sedangkan di University of Greifswald, memperdalam riset menggunakan berbagai fasilitas modern dan kolaborasi dengan para profesor di Jerman.

“Kombinasi ini membuat saya berkembang, tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dalam cara berpikir kritis, kolaborasi lintas budaya, dan resiliensi,” ujarnya.

Tiara tidak berpuas diri walaupun menempuh pendidikan di dua kampus. Ia terus konsisten untuk terus riset dan berkontribusi lebih dalam, khususnya pada pemahaman patogenesis pneumococcal meningitis.

“Saya Ingin rosetini bisa bermanfaat dan berdampak di masa depan,” katanya.

Baca juga: College Prep Hacks! Strategi Kelas 10 dan 11 Tembus SNPMB dan Masuk Kampus Impian

Tantangan yang Dihadapi

Dalam membagi waktu untuk pendidikan dan riset tidaklah mudah bagi Tiara, ditambah sebagai orang tua tunggal di negara orang. Ini menjadi tantangan yang dihadapi selama di Jerman. 

Tiara mengaku beruntung saat konferensi kemarin, panitia menyediakan tempat penitipan anak selama tiga hari, dan pastinya gratis oleh Tagesmutter (pengasuh anak profesional). 

 “Saya bisa lebih fokus menjalani mengikuti sesi konferensi dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Latar Belakang Pendidikan 3 Pemimpin Muda Indonesia yang Dipilih Obama untuk Dimentori

Terakhir, Tiara berpesan kepada para mahasiswa serta peneliti muda untuk jangan ragu wujudkan mimpi. Selain itu, jangan ragu untuk menjalin kolaborasi dan riset secara global. 

“Tantangan pasti ada, tetapi dengan kerja keras, dukungan akademik yang solid, dan lingkungan yang inklusif, kita bisa berkontribusi nyata dan meraih pengakuan di kancah global,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU