Minggu, 05 OKTOBER 2025 • 21:00 WIB

Kisah Amirah Hanif, dari Disumpahi Jadi "Kuntilanak" hingga Sukses S2 di Jepang

Author

Kisah Amirah Hanif dari desa hingga karir di Jepang (Instagram/@amirah_hanif)

INDOZONE.ID - Nggak semua orang lahir dengan jalan hidup yang mudah. Hal ini juga terjadi pada Amirah Hanif, perempuan dari pelosok Cikotok, Lebak, Banten, yang bahkan tanggal lahirnya tak diketahui.

Lahir di dunia tanpa bidan atau rumah sakit, hanya ditolong seorang dukun beranak, Amirah tumbuh tanpa orang tua dan hanya diasuh kakek-nenek. Sejak awal, tanggal lahirnya tak pernah tercatat secara resmi.

Tanggal lahirnya baru “ditetapkan” ketika kerabatnya hendak mendaftarkannya ke sekolah dasar. Bertahun-tahun kemudian, saat diterima di Universitas Padjadjaran (Unpad), ia baru benar-benar mengurus akta kelahiran agar bisa melanjutkan kuliah.

Baca juga: Kisah Haru Mahasiswa UNMA, Bayar Wisuda Pakai Uang Receh Hasil Tabungan

Hidup di desa adat dengan tradisi kuat membuat langkah Amirah terasa semakin berat.

Rumahnya hanya kayu dan bambu, tanpa listrik, tanpa WC. Sungai jadi tempat mandi, jalan berbatu jadi jalur ke sekolah, dan lauk sehari-hari hanya ikan asin. Daging ayam? Hanya hadir setahun sekali saat lebaran tiba.

Ketika ia berani menyuarakan mimpi ingin berkuliah, respons yang datang justru sindiran. “Mau apa kuliah? Mau jadi kuntilanak?” Begitulah kata seseorang di desanya.

Baca juga: Kisah Inspiratif Uga: Penyandang Autisme yang Raih Magister dan Suarakan Anak-anak Senasib

Di desanya, pendidikan masih dianggap sebelah mata, khususnya untuk perempuan. Banyak yang menikah muda setelah lulus SD, sementara Amirah nekat memilih jalan melawan arus.

Rasa minder sempat menghantui. Amirah merasa kemampuan menyerap belajarnya terbilang lambat, tapi Amirah punya tekad yang lebih besar. Setiap pulang sekolah, ia selalu menyalin ulang catatan, menggambar rumus berkali-kali sampai benar-benar paham.

Usaha itu terus ia lakukan hingga membentuk karakternya dan membuahkan hasil: ia berhasil masuk Unpad dengan beasiswa penuh di bidang teknik. Dari sana, kariernya juga melesat: menjadi guru, asisten dosen, hingga kepala sekolah SD di usia muda.

Kesuksesan Amirah Hanif di bidang pendidikan dan karier (Instagram/@amirah_hanif)

Cita-citanya tak berhenti di situ. Ia berdoa bisa melanjutkan kuliah S2 di Jepang, dan doa itu terwujud.

Bukan sembarang, Amirah ambil dua master di dua negara berbeda: Master di FTIP Unpad dan Master di Chiba University, Jepang lewat program double degree Food Science.

Kini, Amirah sudah menulis delapan buku, menjadi pembicara nasional-internasional, hingga pernah berbicara soal literasi di Tokyo. Ia bahkan tersertifikasi sebagai hipnoterapis.

Amirah Hanif, selesaikan studi Master Food Science di Chiba University, Jepang (Instagram/@amirah_hanif)

Perjalanan Amirah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang. Dari gadis desa yang bahkan tak punya akta kelahiran, kini ia menjelma jadi sosok inspiratif dengan karya yang bisa dinikmati banyak orang.

Seperti kata Amirah sendiri dengan nada bercanda: “Alhamdulillah, gak jadi kuntilanak ya. Tapi karyanya insya Allah gentayangan di mana-mana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@amirah_hanif

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU