INDOZONE.ID - Pernah dengar istilah kampus berdampak? Istilah ini akhir-akhir ini sering muncul di dunia pendidikan. Di sisi lain, ada juga istilah universitas riset. Meski terdengar mirip, tapi ternyata keduanya nggak sama.
Satu fokus ke praktik dan pengajaran, sedangkan yang satu lagi berkutat dengan publikasi dan produksi paten.
Yuk, kenali perbedaan dan peran dari kampus berdampak dan universitas riset!
Baca juga: Tak Cuma Info Kampus dan Beasiswa, 4 Hal Ini Juga Wajib Kamu Pikirkan Sebelum Lanjut S2
1. Target Akhir Riset: Kertas vs. Solusi Nyata
Kampus Berdampak
Sesuai namanya, kampus berdampak punya fokus membuat riset, kegiatan, dan inovasi yang berdampak langsung ke lingkungan masyarakat.
Misalnya, riset dosen menghasilkan teknologi pengolahan sampah, alat penjernih air untuk desa, atau program sosial buat warga sekitar. Yang penting, ada impact untuk masyarakat.
Universitas Riset
Kalau universitas riset fokusnya ke penelitian unggul (excellent research). Hasil risetnya akan dipublikasikan di jurnal internasional,semakin banyak sitasi, semakin tinggi kebanggaannya di dunia akademik.
Baca juga: Mau Kuliah ke Korea Selatan? Intip Top 5 Kampus Terbaik yang Wajib Kamu Tahu
Kamu bisa bedain dari rasio mahasiswa yang jelas lebih banyak mahasiswa S2 dan S3. Lab-nya juga punya peralatan lengkap, plus umumnya ada kerja sama dengan kampus luar negeri.
Tujuan universitas riset bukan pada manfaat cepat, tapi kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Kuncinya: investasi jangka panjang di dunia pendidikan.
2. Gaya Ajar Dosen: Lab Keren vs. Lapangan Terjun
Kampus Berdampak
Dosen di kampus berdampak lebih banyak aktif di lapangan atau malah jadi mentor mahasiswa. Mereka senang terjun langsung dan mengajak mahasiswa kolaborasi bareng pemda atau UMKM. Soalnya, ilmu yang diajarkan berbasis aksi, bukan cuma teori di kelas.
Baca juga: 5 Kampus Alternatif Paling Top di AS untuk Mahasiswa yang Mau Kuliah di Luar Negeri!
Universitas Riset
Jangan kaget kalau ketemu dosen rasanya seperti ulang tahun, setahun sekali! Mereka punya beban kerja yang condong ke riset. Hampir seluruh waktunya dihabiskan di laboratorium, ngurus dana riset, atau meluncur ke konferensi internasional.
3. Lulusan yang Diharapkan: Ilmuwan vs. Problem Solver
Kampus Berdampak
Kalau kamu lulus dari kampus berdampak, kamu bakal disiapkan jadi agen perubahan yang bisa memberi solusi atas tantangan masyarakat. Misalnya lewat program magang berdampak atau proyek nyata yang mengasah skill.
Baca juga: 5 Kampus Terbaik di Asia Tenggara, Alternatif Pilihan Kuliah Luar Negeri Dekat Rumah
Universitas Riset
Di universitas riset justru sebaliknya. Di sini, fokusnya melahirkan lulusan S2 dan S3 lainnya. Karena universitas riset membutuhkan penerus riset mereka, lulusannya cenderung disiapkan menjadi ilmuwan dan peneliti.
Jadi, bagaimana menurutmu? Berdampak bukan berarti harus menghasilkan hasil instan, karena fokus riset juga bisa jadi salah satu cara menciptakan kampus yang berdampak.
Sekarang jadi tahu kan? Buat kamu calon mahasiswa, ini bisa jadi gambaran awal yang penting buat menentukan masa depanmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis