Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 16:50 WIB

Kisah Agung Saputra, Alumni ITB yang Sabet UNDP Impact Award di Seoul Berkat Surplus Indonesia

Author

Foto Agung Saputra di SDG Sprint 2025 Demo Day (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Agung Saputra lulusan Program Sarjana Biologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pendiri Surplus Indonesia. 

Surplus adalah sebuah startup yang berfokus pada solusi circular economy untuk meminimalisir limbah produk dan pangan di Indonesia.

Agung  berhasil meraih UNDP Impact Award pada ajang SDG Sprint 2025 Demo Day di Seoul, Korea Selatan, pada Senin 22 September 2025.

Baca juga: Kenalin Gerry Utama, Alumni UGM yang Raih Rekor MURI sebagai Peneliti Termuda di Antartika

SDG Sprint merupakan program akselerator delapan minggu yang digagas oleh UNDP bersama Citi Foundation melalui inisiatif Youth Co:Lab. 

Program ini dirancang untuk mendukung startup dengan misi sosial yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan memperluas jaringan, pembimbingan pakar, serta peluang investasi.

Solusi Surplus: Teknologi, Dampak, dan Ekspansi

Dalam presentasinya di depan juri dan delegasi internasional, Agung memaparkan kalau Indonesia menghadapi tantangan besar terkait limbah produk dan pangan mencapai 23 hingga 48 juta ton tiap tahun, dengan nilai kerugian mencapai USD 39 miliar. 

Sekitar 39,28 persen dari limbah tersebut adalah limbah makanan. Surplus Indonesia berupaya menjawab persoalan tersebut melalui platform recommerce sirkular berbasis AI. 

Sistemnya memungkinkan konsumen membeli barang overstock, barang hampir kedaluwarsa, atau barang tidak sempurna dengan diskon hingga 80 persen.

Di sisi pemasok, AI Surplus membantu memprediksi limbah, mengatur tanggal kadaluarsa, menetapkan diskon cerdas, dan mendistribusikan barang ke pembeli atau donasi.

Inovasi ini berada di persimpangan antara SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Aksi Iklim). Hal ini menjadikan Surplus sebagai contoh startup lokal yang menggabungkan teknologi dan misi sosial tinggi.

Proses SDG Sprint dan Penghargaan UNDP

Acara Demo Day SDG Sprint 2025 adalah puncak dari program akselerator delapan minggu yang menyeleksi startup dari kawasan Asia-Pasifik.

Sebanyak 12 tim terbaik diundang untuk mempresentasikan ide mereka di panggung Seoul. Surplus Indonesia menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang berhasil mendapatkan penghargaan tersebut.

UNDP Impact Award diberikan kepada startup yang dinilai memiliki kombinasi inovasi, keberlanjutan, potensi skala, dan dampak nyata terhadap pencapaian SDGs. Dalam tahap seleksi, faktor seperti dampak sosial, kelayakan model bisnis, dan kapabilitas tim menjadi pertimbangan utama.

Jejak Inspiratif Agung Saputra

Agung Saputra melangkah dari latar belakang pendidikan yang kuat S1 Biologi ITB dan melanjutkan ke S2 bidang Environmental Technology di Imperial College London.

Pengalaman masa kecilnya di Papua, menyaksikan langsung ketimpangan akses pangan, menjadi motivasi utama dalam merancang solusi Surplus.

Baca juga: Kisah Perjalanan Waitatiri Penulis The Missing Colors: Dari Korban Bullying Jadi Alumni UI dan Harvard

Prestasi lainnya, ia pernah masuk daftar Forbes Asia 30 Under 30 dan menjadi pemenang APEC BCG 2024. Jadi, kalau kamu punya ide kecil di kampus, jangan takut untuk diuji ke panggung besar.

Nah, pengalaman Agung menjadi salah satu bahan bakar untuknya dalam melakukan inovasi. Kalau kamu sendiri, punya pengalaman apa nih yang bisa dijadikan bahan untuk membuat inovasi?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU