Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 18:00 WIB

Kenalin Gerry Utama, Alumni UGM yang Raih Rekor MURI sebagai Peneliti Termuda di Antartika

Kenalin Gerry Utama, Alumni UGM yang Raih Rekor MURI sebagai Peneliti Termuda di AntartikaGerry Utama saat di Antartika (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Alumni Universitas Gadjah Mada tahun 2011, Gerry Utama, meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Ia dinobatkan sebagai orang Indonesia termuda yang menjelajahi benua Antartika, yaitu di umur 30 tahun.

Ia tergabung dalam misi riset 69th Russian Antarctic Expedition yang diselenggarakan Arctic Antarctic Research Institute (AARI).

Misi Russian Antarctic Expedition (RAE) ke-69 adalah misi riset yang dilakukan berkala oleh Arctic Antarctic Research Institute (AARI) yang bermarkas di Saint Petersburg, Rusa.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Instrumen Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif bagi Mahasiswa

Bagian dari Pembelajaran Kuliah

Gerry menyebutkan bahwa keterlibatannya dalam misi ini karena bagian dari kurikulum saat berkuliah di magister di Saint Petersburg State University pada bidang Paleogeografi Kuarter. Ia juga menempuh pendidikan doktor di kampus yang sama.

Bukan cuma di Indonesia, ia menjadikan orang pertama di Asia yang mendapatkan akses untuk mengikuti program riset dari pemerintah Rusia tersebut.

Baca juga: Salwa Nadia Maharani, Mahasiswi ITS yang Borong 5 Medali Catur di Pomnas XIX 2025

“Saat itu momentum baik, menjelang hubungan persahabatan Indonesia - Rusia yang memasuki 74 tahun,”  kata Gerry, Rabu (1/10).

Keterlibatan untuk mendapatkan akses riset ke antartika ini sangat jarang diberikan, apalagi Indonesia belum meratifikasi traktat antartika.

Traktat ini menjadi instrumen penting bagi negara-negara untuk terlibat secara langsung dan penuh di dalam eksplorasi benua Antartika.

Baca juga: Nggak Suka Jogging? Ketawa Bisa Jadi Olahraga Ringan buat Mahasiswa

Antara Tantangan dan Pengalaman

Kondisi ekstrem hingga minus 50 derajat menjadi tantangan terbesar selama menjalani riset. 

Pada perjalanan ini, Gerry terlibat dalam  pembuatan peta geomorfologi Pulau King George, serta menemukan fosil kayu berusia 130 juta tahun.

“Temuan ini yang kemudian menjadi bukti bahwa kawasan Antartika pada masa lampau pernah ditutupi vegetasi hijau yang subur,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenalin Gerry Utama, Alumni UGM yang Raih Rekor MURI sebagai Peneliti Termuda di Antartika

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!