Sabtu, 11 OKTOBER 2025 • 12:59 WIB

Dari Gaza ke Bandung: Kisah Muawia Alzamli Menyalakan Harapan di Tengah Kehancuran

Author

Muawia Y. I. Alzamli, pemuda asal Gaza yang menjadi mahasiswa Unisba (unisba.ac.id)

INDOZONE.ID - Muawia Y. I. Alzamli pemuda asal Gaza yang memilih Universitas Islam Bandung (Unisba) sebagai titik baru dalam hidupnya. 

Di tengah puing universitasnya yang hancur, kehilangan anggota keluarga, dan luka hati, Muawia tetap memelihara mimpi untuk belajar, berkontribusi, dan pulang membawa ilmu.

Baca juga: Kisah Inspiratif Riky: Dulu Jualan Jagung di Kampus UNDANA, Sekarang Balik Lagi sebagai Mahasiswa UNDANA!

Menyusul Ilmu Lewat Gejolak Konflik

Muawia lahir dalam keluarga akademisi. Ayahnya semula Wakil Rektor di Universitas Al-Aqsa, Gaza. Tapi setelah serangan pada April 2025 menghancurkan kampus tersebut, masa depan studinya ikut terguncang.

Beberapa anggota keluarganya hilang, dan ayahnya luka. Meski demikian, Muawia gak menyerah pada trauma. Ia memilih untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, agar hidupnya tetap bermakna meski jauh dari tanah kelahiran.

Itu alasan Muawia mengambil keputusan besar dengan memulai perjalanan baru di Indonesia. Ia memilih program Studi Perbankan Syariah di Unisba jurusan yang dinilainya cocok dengan minat, kompetensi, dan peluang kerja masa depan di dunia keuangan Islam.

Tantangan Bahasa, Sistem, dan Adaptasi

Tiba di Bandung, Muawia langsung menghadapi tantangan, yaitu Bahasa Indonesia, sistem kelas berbeda, dan budaya kampus yang belum pernah dikenalnya sebelumnya. 

Ia harus menghafal kosakata, memakai kamus digital, bertanya ke teman kampus, dan ikut suasana perkuliahan yang berbeda dengan kampus di Gaza.

Walau sempat merasa out of zone, sambutan hangat dari dosen dan mahasiswa membantunya cepat beradaptasi. Lingkungan kampus yang ramah membuatnya merasa diterima. 

Setiap hari ia fokus pada tugas, mengikuti perkuliahan, dan mencoba aktif di organisasi kampus agar jaringan dan kemampuan sosialnya makin kuat.

Buat Rencana Besar: IPK Tinggi, Organisasi, Kontribusi

Muawia menargetkan menyelesaikan studi dalam empat tahun dengan IPK di atas 3,5. Tapi lebih dari itu, ia bermimpi aktif di organisasi mahasiswa, menjadi wajah media kampus, dan mewakili aspirasi mahasiswa internasional.

Setelah lulus S1, ia berniat lanjut kuliah S2 dan S3 di Unisba. Tujuannya tentu saja untuk kembali ke Palestina, membangun masyarakat lewat pendidikan. Jika kesempatan baik terbuka di Indonesia, ia tidak menutup kemungkinan untuk menetap di sini.

Kisah Muawia jadi pelajaran untuk semua mahasiswa, tidak peduli dari mana kamu berasal, seberapa berat rintangan, selama mimpi itu tetap nyala, jalan akan selalu terbuka.

Baca juga: Perjuangan yang Gak Kenal Kata Menyerah, Kisah Bunga Hidayat Gagal 7 Kali hingga Akhirnya Lolos Beasiswa S2 Bergengsi Dunia

Jadi, kamu yang sekarang merasa tantangan kuliah terlalu berat. Mungkin apa yang kamu hadapi sekarang cuma bab kecil dalam cerita hidup luar biasa nantinya.

Nah, apa kamu sudah siap untuk terus meneruskan mimpi-mimpimu, walau sedang jauh dari zona nyaman?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unisba.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU