Studi Sekolah Enuma Buktikan Pendidikan Digital Mampu Tingkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di 5 Wilayah
INDOZONE.ID - Pendidikan digital bukan lagi tren, tapi solusi pemerataan akses. Sebagai konsekuensi yang mengikuti pandemi, digitalisasi menjadi hal yang terdorong menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan akses belajar di seluruh daerah.
Salah satu langkah strategis datang dari Enuma, penyedia teknologi pendidikan yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) lewat aplikasi Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia.
Sekolah Enuma adalah platform belajar yang berfokus pada penguatan literasi dan numerasi sebagai pondasi pendidikan bagi pembelajar pemula.
Pembelajarannya mencakup materi bahasa Indonesia dan matematika, seperti latihan membaca dan pengenalan kosakata yang dilengkapi dengan audio, serta permainan angka berwarna yang disajikan dalam berbagai level layaknya sebuah permainan.
Bersama Article 33, Enuma merilis hasil studi uji coba Aplikasi Pembelajaran Digital (APD) Sekolah Enuma di lima wilayah Indonesia: Kabupaten Subang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kota Sorong, dan Kota Mataram pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Baca juga: Dari PAUD hingga Kampus, Enuma Bukti Pendidikan Digital Nggak Cuma buat Anak Kecil
Hasil menunjukkan perbedaan mencolok. Skor bahasa Indonesia naik 0,43 poin dan matematika mengalami peningkatan 2,23 poin berdasarkan metode penelitian Difference in Differences (DiD) hanya dalam waktu intervensi Sekolah Enuma selama satu bulan.
Lebih jauh, riset menunjukkan dari total 16 kompetensi Bahasa Indonesia dan Matematika, 13 di antaranya menunjukkan peningkatan.
Studi uji coba APD ini juga membuktikan bukan hanya sekadar data angka, tetapi juga manfaat dari metode belajar ini, yaitu mudah digunakan, mendukung pembelajaran konvensional, menarik dan kompetitif, serta meningkatkan motivasi belajar siswa.
Baca juga: Perpustakaan Digital Mandalamekar: Inisiasi Universitas YARSI Dorong Literasi untuk Kemajuan Desa
Studi ini merupakan bagian dari program Inclusive Business Solution (IBS) KOICA "Pembangunan Rantai Bisnis untuk Ekspansi Pendidikan Digital di Indonesia” dengan tujuan memperluas akses dan kualitas pembelajaran digital di berbagai daerah di Indonesia.
Sehubung dengan studi, Widyaprada Ahli Utama, Pembina Tim Pembelajaran dan Penilaian Direktorat SD Abdul Halim, menyampaikan dalam sambutannya, salah satu program yang diusung saat ini adalah memajukan digitalisasi pembelajaran dan meningkatkan kualitas belajar anak bangsa.
"Enuma hadir sebagai bukti konkret yang tidak terbantahkan (terhadap) apa yang dilakukan oleh kementerian, (yakni) membutuhkan sinergitas. Kehadiran Enuma ini, sebagai suatu jawaban atas tuntutan digitalisasi (program pemerintah)."
Acara perilisan hasil studi ini juga membuka ruang diskusi dalam talkshow Bincang Literasi dan Numerasi (BERBINAR) dengan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan pemerintah daerah bertajuk “Masa Depan Pendidikan: Sinergi Literasi, Numerasi, dan Digitalisasi.”
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan Salim Muhaimin, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong Yuliana Kirihio; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Furwani; serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur Mulyono.
Direktur Enuma Indonesia, Juli Adrian menyebutkan rencana ke depannya, "Kami berupaya untuk terus memantau dan melakukan studi secara kontinu terhadap dampak penggunaan aplikasi Sekolah Enuma. Kami yakin bahwa pendidikanliterasi dan numerasi merupakan pondasi penting yang membantu siswa mengembangkan kemampuan belajar di jenjang berikutnya," tegasnya.
Ia juga menambahkan hasil studi ini kemudian dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengoptimalkan program peningkatan literasi dan numerasi jangka pendek.
Para perwakilan dinas pendidikan pun menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, penyedia aplikasi, dan tenaga pendidik agar program ini dapat terus berjalan.
Mereka berharap hasil studi ini dapat menjadi dasar rekomendasi bagi kementerian untuk meresmikan penggunaan Sekolah Enuma di sekolah-sekolah ke depannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan