INDOZONE.ID - Di tengah persoalan lingkungan yang makin kompleks, ide sederhana kadang jadi jawaban paling jitu. Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan Gelora, sebuah incinerator portabel atau alat pembakar sampah yang skalanya cukup untuk rumah tangga.
Inovasi ini dirancang untuk menghadirkan solusi langsung di lingkungan agar masyarakat tidak perlu tunggu fasilitas besar agar sampah bisa dikelola.
Baca juga: Dari Tambak ke Teknologi: Kisah Dosen BINUS yang Ubah Inovasi Lokal Jadi Dampak Global
Gelora dirancang dengan pendekatan keamanan dan efisiensi. Sistem pembakaran dibuat tertutup, dilengkapi filtrasi karbon aktif untuk menekan emisi gas, serta monitoring real time yang memudahkan pengguna memantau suhu dan kualitas pembakaran. Produk ini merupakan hasil karya Tim Pekan Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI).
Tim tersebut berasal dari Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro, Sekolah Vokasi UGM, dan beranggotakan Amir Fren Afrizal, Fa’iq Al-Baihaqi, Mohammad Lathif Adani, Muhammad Zulfa Azizi, dan Rahma’ Alya Nabila Damayanti, serta pembimbingnya yaitu Ir. Ma’un Budiyanto, S.T., M.T., IPU.
Teknologi dan Desain yang Mendukung
Desain portabel menjadi salah satu poin unggulan. Gelora dilengkapi roda dan gagang agar mudah dipindahkan. Sementara untuk keamanan termal, tim menggunakan isolator panas multilapis, serta bahan tahan api dan logam yang dapat menghadapi suhu tinggi tanpa mudah rusak.
Di sisi elektronik, sistem kontrol berbasis ESP32 memungkinkan data suhu dan kadar karbon monoksida (CO) ditampilkan secara langsung via layar LCD.
Filtrasi karbon aktif juga disusun secara plug and play, sehingga bisa diganti dengan mudah. Ini penting agar alat tetap memiliki performa baik dalam jangka panjang dan lebih praktis bagi pengguna rumahan.
Potensi dan Tantangan Nyata
Jika alat ini berhasil dikomersialkan, Gelora bisa menjadi inovasi nyata di lingkungan yang belum memiliki fasilitas pengelolaan sampah memadai terutama di kawasan pemukiman padat atau daerah terpencil.
Inovasi seperti ini juga mendukung konsep ekonomi sirkular, artinya sampah dari rumah bisa dikelola di rumah, dengan jejak lingkungan yang minimal.
Kapasitas pembakaran, daya tahan terhadap penggunaan intensif, ketersediaan suku cadang filtrasi, serta akses masyarakat terhadap alat seperti ini adalah hambatan utama. Selain itu, pengujian dalam skala luas perlu dilakukan agar performa Gelora tetap stabil dalam kondisi lingkungan yang berbeda.
Baca juga: Dari Limbah Mata Tuna Jadi Suplemen Super! Inovasi IPB yang Bisa Bantu Lawan Stunting
Diharapkan inovasi dari mahasiswa UGM ini bisa diteruskan dan diadopsi banyak rumah, sehingga sampah rumah tangga bukan cuma beban, tapi justru bagian dari solusi.
Nah gimana menurut kamu sama inovasi dari tim UGM ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id