Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 10:23 WIB

Kisah Inspiratif Belinda, Mahasiswa yang Lawan Kanker Sambil Selesaikan Skripsi

Author

Belinda Annisa Buitasari (ubharajaya.ac.id)

INDOZONE.ID - Saat sebagian mahasiswa sibuk bergelut dengan revisi skripsi di depan laptop, Belinda Annisa Buitasari membuktikan arti sebenarnya dari perjuangan akademik dan keteguhan hati.

Mahasiswi Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBHARA JAYA) ini, menulis skripsinya dari atas tempat tidur. Sebab, ia pun sedang berjuang melawan kanker ovarium yang menggerogoti tubuhnya. 

Baca juga: Kisah Perjalanan dr. Gabriel Julian dari Papua Barat Menuju Panggung Dokter UGM

Saat tubuhnya semakin lemah, tekad Belinda justru menguat. Ia menolak menyerah pada rasa sakit karena mimpi menjalani wisuda sebagai alasan untuk terus bertahan.

Perjuangan Menggetarkan Hati

Belinda mengerjakan setiap bab skripsinya di kamar tidur. Ketika tangannya mulai kehilangan tenaga untuk mengetik, sang ayah setia mendampingi, membantu menuangkan berbagai ide dan pemikiran ke dalam tulisan.

Proses bimbingan dan sidang pun dilakukan secara hybrid, Belinda tetap di rumah dan dosen penguji berada di kampus. Di awal bimbingan, Belinda masih sempat datang ke kampus dengan kursi roda, menunjukkan semangat luar biasa untuk menyelesaikan tanggung jawab akademiknya.

Dosen pembimbing yang mendampinginya, pun tak kuasa menahan haru melihat bagaimana tekad seorang mahasiswa mampu mengalahkan keterbatasan fisik.

Kekuatan Lahir dari Cinta dan Harapan

Belinda menjadi semakin kuat karena keinginannya untuk lulus dan hasrat untuk membahagiakan kedua orang tua. Belinda ingin membuktikan, bahwa penyakit gak akan pernah bisa mematikan mimpi seseorang.

Bahkan di tengah rasa sakit, manusia masih bisa berjuang, bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan mereka yang dicintai.

Baca juga: Dari Bengkel Tambal Ban ke Panggung Wisuda: Kisah Alfian, Wisudawan Tunanetra Pertama Unair yang Raih Gelar S2

Cerita Belinda menjadi pengingat, bahwa di balik setiap toga, ada perjuangan yang tak selalu terlihat. Ada air mata, doa, dan keberanian untuk terus melangkah, bahkan ketika kaki gak lagi mampu berdiri.

Jika Belinda yang harus berjuang dari tempat tidur saja mampu menyelesaikan skripsinya dengan sepenuh hati, lalu apa alasan kamu untuk menyerah?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ubharajaya.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU