INDOZONE.ID - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada, drg. Asikin Nur, M.Kes, Ph.D. mengemukakan tingginya jumlah penderita sakit gigi disebabkan lemahnya kesadaran dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
“Kebiasaan menjaga kebersihan mulut seharusnya terbentuk secara konsisten,” kata Asikin, Rabu (22/10).
Baca juga: Pemilihan Dekan Fakultas UI: DPR Tegaskan Harus Bebas Intervensi Politik
Ia mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan sakit gigi, yaitu rutin mengonsumsi makanan dan minuman manis yang mengandung glukosa tinggi.
“Sakit gigi umumnya kurangnya kesadaran atau pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut hingga minimnya akses terhadap layanan fasilitas kesehatan yang masih terbatas,” terangnya.
Kebiasaan masyarakat menunda pemeriksaan akan berdampak buruk, diperlukan penanganan medis yang menghabiskan waktu dan biaya cukup besar.
Asikin menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan kondisi gigi dan mulut secara rutin, minimal setiap enam bulan sekali.
Baca juga: Setidaknya 5 Fasilitas Ini Kudu Ada di Kampus Biar Mahasiswa Betah!
Dalam upaya menurunkan jumlah penderita sakit gigi di masyarakat, Asikin menilai perlunya edukasi yang dapat diterapkan sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pemenuhan dan pemerataan kebutuhan tenaga kesehatan gigi dan mulut, seperti perawat gigi dan dokter gigi, juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Adanya pemerataan tenaga kesehatan, warga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh pemeriksaan, perawatan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut,” katanya.
Menurutnya, peningkatan jumlah dan distribusi tenaga profesional juga akan mendukung tercapainya target kesehatan nasional yang berfokus pada pencegahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Baca juga: Menembus Tingkat Nasional NUDC 2025, Mahasiswa UBSI Buktikan Prestasi Kampus Digital Kreatif
Asikin berterus terang bahwa pemerintah perlu mendorong peningkatan akses ke fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil untuk mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini mencakup pembangunan dan perbaikan infrastruktur kesehatan, penyediaan tenaga medis yang memadai, dan pemanfaatan teknologi seperti telemedicine untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id