INDOZONE.ID - Universitas Indonesia (UI) sedang mengadakan pemilihan dekan di beberapa fakultas, yaitu FMIPA, FK, FKM, FFarmasi, Fasilkom, FIB, FISIP, FPsikologi, dan Vokasi periode 2025-2029.
Para calon dekan ini telah dinyatakan lolos seleksi dan verifikasi administrasi. Selanjutnya, mereka masuk ke tahap asupan publik, serta pemaparan visi dan misi.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani negesin bahwa pemilihan dekan ini wajib terbebas dari praktek-praktek politik dan intervensi kekuasaan.
Baca juga: Dosen BINUS Jadi Pembicara di Konferensi Game Internasional Bareng PlayStation di Malaysia!
“Dugaan intervensi politik dan politik aliran dalam pemilihan dekan, di kampus manapun itu, termasuk di Universitas Indonesia ini, bagi kami merupakan hal yang serius dan tidak sejalan dengan prinsip otonomi perguruan tinggi,” ujar Lalu.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga terus dorong Kemdiktisaintek, untuk memastikan kalau proses pemilihan dekan bakal berjalan transparan, objektif, dan bebas dari tekanan politik siapapun.
“Ini agar integritas akademik tetap terjaga. Pemilihan Dekan bagian dari otonomi kampus, sudah semestinya harus bebas dari semua intervensi politik pihak manapun,” jelasnya.
Baca juga: Mengenal Ivy League: Kumpulan Kampus yang Berpengaruh di Dunia, Berikut Daftarnya!
Tahapan asupan publik ini bakal berjalan selama 1 bulan hingga 13 November 2025. Pada tahap ini, baik internal atau eksternal UI bisa memberikan asupan publik kepada calon dekan tersebut.
Proses ini diharapkan bisa mendorong untuk transparansi dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas.
Sebelumnya, pengamat kebijakan publik, Trubus Hardiansyah juga mengimbau supaya proses pemilihan dekan bisa bebas dari praktek politik maupun intervensi kekuasaan. Ia juga negesin bahwa dekan itu bukan jabatan politik, tapi amanah akademik yang diberikan.
Baca juga: Bangga! Dosen UMS Rappang Jadi Editor dan Reviewer Jurnal Internasional Bergengsi Springer Nature
“Kampus ya harus bebas intervensi dan memang harus mencerminkan jiwa-jiwa akademik. Itu yang harus ditekankan,” kata Trubus.
Menurutnya, kampus negeri akan aneh jika terjerumus ke praktek dan intervensi politik di tahap pemilihan dekan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release