Kisah Freyadiva Meshia Sihabudin Lulusan Pesantren yang Berhasil Berdiri di Panggung Internasional
INDOZONE.ID - Kisah inspiratif dari Freyadiva Meshia Sihabudin, alumni Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Meshia berhasil membuktikan kalau latar belakang pesantren bukan penghalang untuk menembus dunia internasional.
Dari Pesantren ke Panggung Dunia
Baca juga: Kisah Inspiratif Amanda Eka Lupita: Lulus S2 Termuda UGM di Umur 22 Tahun
Berawal dari bangku pesantren yang akrab dengan jadwal padat mengaji dan hafalan, siapa sangka perjalanan akademik ini justru membuka jalan menuju dunia profesional bertaraf internasional.
Berbekal kemampuan bahasa Inggris yang diasah sejak di Islamic Boarding School dan pembelajaran intensif dua bahasa Arab dan Inggris, Meshia tumbuh menjadi sosok yang percaya diri dan visioner.
Meshia bukan hanya dikenal sebagai alumni di jurusan Hubungan Internasional, tapi juga dikenal sebagai Master of Ceremony (MC) di berbagai forum global serta bekerja di perusahaan teknologi internasional.
Dari forum ASEAN hingga ajang bisnis digital, ia menunjukkan kalau santri pun bisa tampil sebagai representasi profesional muda yang kompeten.
Bahasa dan Wawasan Global, Kunci Kepercayaan Dunia
Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing menjadi salah satu modal utama yang mengantarnya ke berbagai panggung internasional. Selain itu awasan global yang dikembangkan selama perkuliahan membuatnya mampu beradaptasi dalam lingkungan multikultural.
Kombinasi dua hal ini kemampuan berbahasa dan kepekaan terhadap isu global menjadikan dirinya sosok santri modern yang siap bersaing secara intelektual.
Yang menarik, semua pencapaian ini gak membuatnya melupakan akar pendidikan pesantren. Justru, ia menjadikan nilai-nilai kesederhanaan, disiplin, dan integritas sebagai fondasi dalam kariernya.
Melalui berbagai kesempatan berbicara di depan publik, ia kerap menunjukkan kebanggaannya sebagai santri dan menegaskan bahwa pesantren adalah pusat ilmu, bukan hanya agama, tapi juga pengetahuan umum dan karakter.
Pesantren: Dari Tradisional ke Global
Dulu pesantren dikenal sebagai tempat belajar Al-Qur’an dan tafsir. Tapi kini, banyak pesantren telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan terpadu yang mempersiapkan santri untuk dunia global.
Kurikulum yang menggabungkan ilmu agama dan ilmu modern menciptakan generasi muda yang cerdas spiritual dan tangguh secara intelektual.
Kisah inspiratif ini menjadi bukti kalau santri bukan lagi sekadar pelajar religius, tapi juga agent of change yang membawa nilai-nilai Islam ke dalam dunia profesional dengan cara yang relevan dan progresif.
Mereka bisa jadi pembicara, diplomat, pebisnis, atau profesional teknologi, tanpa kehilangan jati diri sebagai penjaga moral dan budaya bangsa.
Nah, gimana pendapat kamu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@cintaquranfoundation