Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 18:40 WIB

Berani Bilang “Gak Bisa”: Skill Kampus yang Bikin Hidup Si People Pleaser Lebih Sehat!

Author

Mahasiswa yang berhasil bilang "Gak bisa" (freepik.com)

INDOZONE.ID - Di dunia kampus, ada jenis mahasiswa yang People Pleaser. Mereka sering terjebak dalam situasi serba “iya.” 

Mulai dari teman satu kelas yang minta bantuin ngerjain tugas, panitia event yang tiba-tiba nyodorin tanggung jawab baru, sampai dosen yang kasih tugas mendadak semuanya diterima dengan senyum, padahal dalam hati udah pengin teriak “Gak mau, capek!”

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Mahasiswa Sering Kehilangan Arah dan Tips untuk Menemukannya lagi!

Fenomena ini disebut people pleasing, dan ternyata umum banget di kalangan mahasiswa. Banyak yang takut dibilang gak kompak, takut dicap sombong, atau merasa bersalah kalau nolak permintaan orang lain.

Padahal, di balik kebiasaan baik itu, ada risiko besar yaitu burnout, kelelahan emosional, dan kehilangan arah pribadi.

Kenapa Mahasiswa Rentan Jadi People Pleaser?

Kehidupan kampus identik dengan kolaborasi antar kerja kelompok, organisasi, panitia, dan komunitas. Semua kegiatan ini menuntut mahasiswa untuk bisa beradaptasi dan menjaga relasi baik. 

Tapi di sinilah tantangannya karena banyak mahasiswa akhirnya mengorbankan diri sendiri demi diterima lingkungan. Jadi mahsiswa perlu menguasai beberapa skill untuk berani bilang “Gak Bisa”.

Latihan Asertif: Kunci Supaya Tetap Ramah Tapi Tegas

Komunikasi tegas bisa dilatih lewat assertive communication. Prinsipnya sederhana yaitu jujur tentang perasaan yang sedang dirasakan, tanpa menyakiti orang lain.

Misalnya, saat teman mengajak lembur panitia padahal diri sendiri sudah capek, kamu bisa jawab, “Aku udah cukup full hari ini, lanjut besok ya.” Kalimat kayak gitu terdengar sopan, tapi tetap menjaga batas energi.

Bisa juga pakai trik I-statement: “Aku lagi butuh waktu buat ngerjain tugas pribadi.” jadi kamu tetap menyampaikan perasaan tanpa menyalahkan orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil seperti tolak permintaan ringan dulu, biasakan bilang “aku cek jadwal dulu” sebelum menjawab, dan sadari kapan ngomong “iya” cuma karena gak enak hati.

Challenge 4 Minggu Versi Anak Kampus

Buat mahasiswa, tantangan ini bisa jadi latihan karakter:

  • Minggu 1: Catat 5 momen saat kamu terpaksa bilang iya di organisasi atau kelas.
  • Minggu 2: Coba tolak 1 ajakan nongkrong atau kerjaan tambahan dengan sopan.
  • Minggu 3: Latihan bilang “gak bisa” tanpa merasa bersalah.
  • Minggu 4: Evaluasi, apa efeknya ke waktu belajar dan emosimu ketika kamu terpaksa bilang “Iya”.

Tegas Itu Gak Egois, Tapi Dewasa

Di dunia kampus, tegas bukan berarti gak peduli sama orang lain justru sebaliknya, kamu sedang belajar menghargai diri sendiri.

Baca juga:  UBSI "Upgrade Skill" Tata Pamong Paninggilan Utara dengan Pelatihan Komunikasi dan Kepemimpinan

Mahasiswa yang tahu kapan harus bilang “tidak” biasanya juga lebih fokus, produktif, dan punya hubungan sosial yang sehat.

Karena nanti di dunia kerja, kamu gak akan bisa menyenangkan semua orang. Jadi, belajar dari sekarang untuk tegas dan berani ngomong jujur  bukan cuma demi kesehatan mental, tapi juga untuk masa depan yang lebih seimbang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@mudahbersuara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU