INDOZONE.ID - Universitas Airlangga kerja sama dengan Trans ASEAN Backpackers (TABS) mengadakan acara clean up dan penanaman mangrove.
Kegiatan ini menjadi rangkaian puncak acara Sea of Change SDG Forum yang bertajuk “Climate & Land: Forest and Biodiversity as Natural Climate Solution of ASEAN”, yang diadakan di Taman Mangrove Wonorejo, Surabaya.
Bukti Konkret Peduli Alam
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan, Prof. Hery Purnobasuki, menyebut bahwa program ini jadi langkah konkret buat mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan dan krisis iklim yang terjadi di dunia saat ini.
Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa peserta dari TABS merupakan orang-orang terpilih yang berhasil lewat berbagai seleksi. Rata-rata dari mereka masih berusia 18 - 20 tahun.
Baca juga: IKJ Jadi Kampus Seni Indonesia Pertama yang Bekerja Sama dengan Tiongkok
Kegiatan ini bukan hanya menanam mangrove, melainkan bisa membantu untuk wujudkan pembangunan berkelanjutan, khususnya di climate action dan life below water.
“Kegiatan ini sangat penting karena melibatkan generasi muda, seperti TABS yang membawa pemuda Malaysia untuk memperlihatkan secara langsung kondisi alam dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Prof Hery.
Baca juga: ITS Boyong Sembilan Gelar Juara di Berbagai Kategori pada Ajang Gemasik 2025
Membersihkan Pantai hingga Konservasi Mangrove
Kegiatan diawali dengan membersihkan pantai selama 30 menit. Mereka memisahkan antara sampah organik dan non-organik. Setelah selesai, kegiatan dilanjutkan untuk penanaman mangrove.
“Ada total 500 bibit mangrove yang sudah disediakan, dan para peserta dibebaskan untuk menanam berapapun,” ujar petugas konservasi.
Baca juga: ISJ Luncurkan Beasiswa Ki Hajar Dewantara, Bebas Biaya Sekolah buat Siswa Berpotensi
Keseruan Kegiatan
Salah satu peserta, Muhammad Taqiuddin Bin Niza, membagikan keseruan dari kegiatan penanaman mangrove ini. Ia mengungkapkan bahwa acara ini sangat menarik buat dilakukan bersama dan secara langsung, apalagi di tengah kondisi iklim yang buruk.
“Saya rasa kegiatan ini harus dipraktekkan langsung. Melihat kondisi iklim yang semakin buruk, saya tergerak untuk turut membantu memperbaiki kondisi lingkungan,” ujar Taqi.
Kegiatan berlanjut ke rangkaian selanjutnya, yaitu Talkshow dan Seminar, yang bahannya mengenai peran penting generasi muda untuk menjaga lingkungan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id