INDOZONE.ID - Dua mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menorehkan prestasi nasional lewat karya ilmiah yang menggagas terapi inovatif untuk penyakit Diabetes Mellitus Tipe 1.
Karya mereka meraih juara I dan predikat Best Essay dalam kompetisi esai tingkat nasional. Inovasi yang dikembangkan sekaligus membuka harapan baru bagi penderita diabetes tipe 1 yang selama ini masih bergantung pada terapi insulin seumur hidup.
Baca juga: Mendiktisaintek Minta Kampus Perkuat Kerja Sama dengan Industri buat Dorong Inovasi Daerah
Berkaca dari fakta bahwa terapi insulin saat ini “hanya berfungsi untuk memperpanjang harapan hidup penderita diabetes tipe 1, bukan untuk menyembuhkan secara total”, kedua mahasiswa tersebut mengambil langkah berani.
Dalam esainya, mereka menawarkan pendekatan transplantasi sel punca yang difokuskan pada sel islet pankreas, dipadukan teknologi nanoenkapsulasi dan imunosupresan nonmesin sistemik.
Latar Belakang Masalah dan Ide Inovasi
Masalah dasar yang diangkat adalah kerusakan sel beta pankreas pada penderita diabetes tipe 1, yang menyebabkan produksi insulin alami terganggu.
Kedua mahasiswa ini kemudian merancang solusi yang lebih lanjut dengan pendekatan teknologi tinggi. Mereka mengungkap kalau sel punca itu dapat mengobati segala jenis penyakit yang bersumber dari genetik.
Kedua mahsiswa ini juga tentunya menghadapi suatu masalah yakni pada transplantasi sel punca yang berberpotensi mengalami penolakan.
Walaupun begitu mereka telah menyiapkan strategi dengan menggunakan nanoenkapsulasi layer by layer kolagen. Teknik ini berfungsi sebagai pelindung sel cangkok dengan menyusun kolagen secara berlapis.
Tidak hanya itu, mereka juga mempertimbangkan penggunaan partikel imunosupresan nonmesin sistemik guna meminimalkan efek samping pasca pencangkokan.
Tantangan dan Peluang Ke Depan
Meskipun demikian, terdapat tantangan besar dalam menerapkan pendekatan ini ke tahap praktis dan klinis. Transplantasi sel punca masih memerlukan dukungan riset lanjutan, regulasi, serta infrastruktur yang memadai.
Tapi, gagasan yang sudah dihasilkan oleh kedua mahasiswa tersebut telah meletakkan fondasi penting untuk langkah ke depan.
Kolaborasi antar disiplin, dorongan institusi kampus, serta dukungan dari stakeholder riset dan kesehatan akan menjadi kunci agar ide ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi program nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id