INDOZONE.ID - The European Higher Education Fair (EHEF) Indonesia 2025 digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), tepatnya di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK).
Pameran tahunan ini mempertemukan calon mahasiswa Indonesia dengan lebih 80 kampus dan lembaga pendidikan di 15 negara eropa.
Melalui kegiatan ini, pengunjung bisa dapat informasi terkait sistem pendidikan, program studi, dan berbagai skema beasiswa.
Baca juga: Mahasiswa UNY Ubah Kulit Pisang Jadi Alat Deteksi Logam di Air, Lebih Efisien dan Murah
Upaya Internasionalisasi Kampus
Direktur Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM, Prof. Puji Astuti, mengapreasiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di UGM.
Pameran ini juga memperkuat upaya internasionalisasi kampus untuk membuka akses ke mahasiswa buat lanjut studi di luar negeri.
Selain itu, Puji juga mendorong mahasiswa untuk berani ambil peluang belajar lintas negara, dengan tujuan mendapatkan banyak wawasan global.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa memperkuat kerja sama akademik dan membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk berkiprah di tingkat internasional,” ujarnya.
Baca juga: Bangga! Paduan Suara SMP Labschol Cirendeu Juara di Malaysia
Simbol Kemitraan Bidang Pendidikan
EHEF bukan sekadar menjalankan sebuah promosi, tapi sebagai simbol kemitraan antara universitas di Eropa dan Indonesia, karena ini jadi bagian agenda besar pendidikan internasional.
UGM terus mendorong agar sivitas akademik bisa aktif dalam berbagai inisiatif global, termasuk dalam kegiatan ini, yang diharapkan bisa menumbuhkan semangat kolaborasi bagi mahasiswa.
“Kami ingin menjadikan kampus sebagai ruang perjumpaan gagasan dari berbagai belahan dunia,” harap Puji.
Baca juga: ScreenTalk 2025 Hadirkan Dua Film Mahasiswa Digital Content Broadcasting di Bandung Creative Hub
Disambut Antusiasme Pengunjung
Pameran ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para pengunjung, salah satunya Fitri Aulia Mahmud, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UGM yang sedang cari informasi beasiswa doktoral ke Belanda.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu mahasiswa buat tahu lebih detail bagaimana sistem pendidikan di Eropa.
“Aku memang belum tahu kampus spesifiknya, tapi sudah yakin mau ke Belanda karena sistem pendidikannya terbuka dan mendukung mahasiswa asing,” tuturnya.
Baca juga: Merajut Asa, Mengukir Karya: HIMPASAY Mantapkan Langkah di Upgrading dan Rapat Kerja
Acara ini bukan hanya dihadiri oleh mahasiswa UGM, melainkan juga mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Mahesa Satya, yang mau lanjut studi ke Denmark.
Mahesa menyebut bahwa EHEF bisa jadi wadah untuk menggali banyak informasi dari perwakilan universitas luar negeri secara langsung. Di sesi konsultasi, ia dapat banyak penjelasan tentang syarat beasiswa, riset, dan proses adaptasi di lingkungan akademik Eropa.
“Aku sudah dapat insight baru soal universitas tujuan dan berencana melanjutkan S3 di Denmark,” ungkapnya.
Baca juga: Dari Kampus, Mayang Ayunani Dinobatkan Jadi Duta Batik Nasional
Tersedia 1.000 Beasiswa ke Eropa
Selain itu, EHEF juga mengadakan sesi presentasi dari berbagai universitas peserta. Perwakilan kampus menjelaskan keunggulan akademik dan riset unggulan, khususnya di bidang teknologi hijau, energi kesehatan, dan transportasi berkelanjutan.
Sesi ini berlangsung interaktif, para pengunjung bisa langsung berdialog sama staf pendidikan dan alumni dari berbagai negara. Pihak penyelenggara juga menyebut bahwa akan ada lebih dari 1.000 peluang beasiswa buat pelajar Indonesia.
Baca juga: Mengenal U15 Canada: Kumpulan Universitas Riset Terbaik dan Bergengsi di Kanada
Antusiasme mahasiswa ini jadi cerminan atas besarnya minat anak muda buat studi di luar negeri. Dengan dukungan Uni Eropa dan universitas mitra, diharapkan bisa membuka peluang riset untuk kedepannya.
Terakhir, kegiatan ini juga jadi komitmen untuk terus memperkuat diplomasi pendidikan antar negara. Pameran EHEF selanjutnya bakal diadakan di Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id