INDOZONE.ID - Tim Pengabdian Masyarakat LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta, melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada warga RT.01, di Dusun Jambon, Kelurahan Bawuran Kecamatan Pleret Bantul.
Program tersebut adalah pengelolaan sampah yang telah didirikan sejak Mei-Oktober 2025 dan fokus terkait manajemen Bank Sampah.
Baca juga: Mahasiswa UIN Bandung Ciptakan Inovasi Kaki Prostetik Daur Ulang dan Pembentukan Bank Sampah
Tim terdiri dari dosen Fakultas Pertanian, Dyah Arbiwati, Abdul Rizal AZ, dan Ali Hasyim Al Rosyid.
Menurut mereka, persoalan sampah hingga kini masih menjadi perdebatan yang belum dapat diselesaikan secara optimal.
Sejauh ini, tanpa disadari masyarakat selalu menghasilkan sampah dengan volume beragam.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab sampah terus bertambah adalah peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup masyarakat.
Baca juga: Dosen IPB University Kembangkan 'Kayu Magnet' dari Limbah Industri sebagai Solusi Ramah Lingkungan
Sampah dapat menimbulkan masalah serius jika tidak dikelola dengan baik, seperti mencemari lingkungan, bahkan dapat mengganggu kesehatan manusia.
Bedasarkan pernyataan Abdul, pengelolaan sampah anorganik di Dusun Jambon masih dengan cara menjual ke pengepul.
Prosesnya tidak dipilah terlebih dahulu, dan sisa sampah yang tidak laku di pengepul akan dibakar, dibuang ke sungai atau diangkut petugas kebersihan.
Kebiasaan buruk tersebut tentu akan berdampak besar pada pencemaran lingkungan.
Dyah Arbiwati mengutarakan, masyarakat memiliki peran penting dalam penanganan sampah, khususnya jenis sampah organik.
Pengelolaan sampah seharusnya diawali dari lingkungan rumah, yaitu melakukan proses pemilahan sebelum disetor ke Bank Sampah.
Tahapan ini adalah langkah awal sebelum sampah diolah dan dikelola lebih lanjut dengan 3R, reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).
Ali Hasyim menguraikan mekanisme Bank Sampah, yang dimulai berurutan: penyetoran ke Bank Sampah, pemilahan sesuai jenis, penimbangan, pencatatan, dan penjualan sampah ke pengepul.
Baca juga: Gatot Plastik Jadi Maskot Aksi Mural Daur Ulang Mahasiswa ISI Surakarta
Seluruh proses ini memungkinkan sampah untuk menghasilkan nilai ekonomi berupa uang.
Di samping itu, sampah anorganik berpotensi untuk didaur ulang dan diubah menjadi barang-barang bernilai ekonomi, seperti aneka kerajinan tangan.
Dalam program ini, Tim Pengabdi mendampingi pengurus RT. 01 Dusun Jambon untuk melaksanakan study banding ke Bank sampah “Gemah Ripah” Badegan, Bantul.
Sebagai dukungan tambahan, mereka juga memberikan berbagai instrumen dan perlengkapan operasional yang dibutuhkan oleh Bank Sampah.
Baca juga: Dari Kampus ke Ekonomi Rakyat: Mahasiswa Bangka Belitung Menjadi Agen Perubahan Lewat Gempur UMKM
Bantuan tersebut meliputi timbangan duduk digital, buku tabungan, buku induk sampah, dan rumah kawat yang berfungsi sebagai wadah sampah.
Melalu kegiatan dan bantuan ini, diharapkan warga Dusun Jambon mampu merealisasikan pendirian bank sampah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Upnyk.ac.id