Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 15:40 WIB

Raih IPK 3,9, Citra Nabila Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Berkat Skripsi Keluarga Pengamen

Author

Citra Anisatun Nabila, Wisudawan Sarjana Terbaik UIN Walisongo (walisongo.ac.id)

INDOZONE.ID - Citra Anisatun Nabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, dinobatkan sebagai wisudawan dan pemilik skripsi terbaik dengan IPK 3,91.

Wisuda tersebut digelar pada 1 Oktober 2025, di Aula 2 Gedung Tgk. Ismail Yaqub Kampus III. 

Baca juga: Perjalanan Muhamad Hanif, Alami Banyak Tantangan hingga Raih Gelar Wisudawan Terbaik UAD 2025-2026

Citra lahir dari keluarga wirausaha sederhana. Ayahnya bekerja di bidang tekstil dan border, sedangkan ibunya menjadi panutan dalam menumbuhkan semangat belajar.

Uniknya, Citra mengambil Prodi PIAUD di tengah maraknya teman-teman sebayanya memilih jurusan populer.

Tujuan utamanya adalah mempelajari pola asuh orang tua yang cerdas dalam mendidik anak. 

“Setiap manusia pernah melalui masa kanak-kanak, masa rentan yang butuh bimbingan dan kasih sayang. Dari jurusan ini saya belajar menjadi pendamping bagi tumbuh kembang anak,” tuturnya. 

Ia membuat skripsi yang jarang diminati oleh mahasiswa lain, berjudul “Dinamika Pendidikan Anak Usia Dini pada Keluarga Pengamen: Studi Fenomenologis”.

Berkat penelitiannya, Citra belajar bahwa di balik kerasnya hidup, ada keluarga pengamen yang tetap berjerih menanamkan nilai-nilai pendidikan pada anak-anak mereka.

Ternyata, bukan hanya bagi yang mampu, pendidikan juga pantas diterima oleh yang tulus dan penuh cinta di tengah keterbatasan.

Selain mendapat nilai karya ilmiah yang sempurna, ia juga diapresiasi dosen pembimbing karena kedalaman empati dan orisinalitas pendekatan. 

Saat menjadi mahasiswa, dosen yang paling berpengaruh membuka luas wawasannya adalah Sofa Muthohar dan Dwi Istiyani.

Menurut Citra, mereka tidak hanya mengajar teori, tapi membentuk pola pikirnya tentang kehidupan anak-nak dan cara membangun generasi manusia seutuhnya.

Rencananya, setelah meraih gelar sarjana Citra akan mengabdi di dunia pendidikan dan membantu ayahnya mengembangkan usaha bordir keluarga.

Baca juga: Si Prodigy Elliott Tanner! Fisikawan Termuda yang Raih Gelar Sarjana di Usia 13 Tahun

Tak hanya itu, ia akan meneruskan studi S2 setelah rezekinya cukup. Menurutnya, gelar adalah pintu awal yang memotivasinya untuk terus belajar. 

“Kesulitan apa pun yang kamu hadapi, percayakan pada Allah. Jika hari ini kamu berjuang dan esok tak lagi ada, maka tugasmu di dunia sudah selesai dengan tenang,” pesan Citra menutup kisahnya.

Kisah Citra bukan sekedar menjadi wisudawan terbaik, tetapi juga cerminan dari ketekunan, keberanian, dan keikhlasan seorang mahasiswa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Walisongo.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU