Unsoed Kembangkan Inpago Unsoed Protani, Penyelamat Bencana dan Ketahanan Pangan Petani di Banyumas
INDOZONE.ID - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendukung kesiagaan bencana dan penguatan ketahanan pangan di wilayah Banyumas.
Unsoed menghadirkan solusi inovatif dalam menanggapi tantangan global, seperti perubahan iklim yang memicu kekeringan, atau meningkatnya kebutuhan pangan dan gizi.
Baca juga: Kemitraan UNIJI dan PT SGN Jadi Kunci Penguatan Industri Gula dan Ketahanan Pangan Indonesia
Solusi tersebut diwujudkan pada pengembangan varietas unggul padi protein tinggi toleran kekeringan, yang dinamakan Inpago Unsoed Protani.
Unsoed secara resmi menyerahkan bantuan berupa benih padi Inpago Unsoed Protani kepada gabungan kelompok tani melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas.
Penyerahan tersebut dilakukan oleh Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng. didampingi Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) Unsoed Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc.
Selain itu, dilaksanakan pula serah terima benih penjenis Inpago Unsoed Protani dari Ketua Tim Kesiagaan Bencana, Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P kepada Bupati Banyumas.
Baca juga: Bot Tutor AI Harvard Guncang Dunia Pendidikan, Jadi Sarana Bantuan Belajar Mahasiswa
Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) Unsoed, Dr. Adi Indrayanto, menuturkan bahwa kegiatan ini memang telah direncanakan dari bulan Oktober bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Kerja sama ini diinisiasi oleh Tim Kesiagaan Bencana Unsoed sebagai respons terhadap lahan pertanian di Banyumas.
Mereka menghadapi keterbatasan air akibat perubahan iklim global, sehingga mengakibatkan potensi turunnya produksi padi.
Tim Kesiagaan Bencana Unsoed, yang diketuai oleh Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P. (salah satu perakit varietas), menjelaskan bahwa bantuan benih dibagi menjadi dua skema.
Baca juga: Mahasiswa UNY Ubah Kulit Pisang Jadi Alat Deteksi Logam di Air, Lebih Efisien dan Murah
Skema pertama yaitu produktif benih pokok (Stock Seed) total 1 ton, diserahkan langsung untuk dibudidayakan pada musim tanam pertama. Hasil panen ini nantinya akan dikelola oleh BPU Unsoed sebagai produk unggulan.
Skema kedua adalah penyerahan benih penjenis (Breeder Seed) kepada Bupati Banyumas, yang kemudian akan diproduksi menjadi benih bersertifikat oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Fungsinya untuk antisipasi kekeringan pada musim tanam kedua tahun depan dan membantu menyiasati sekitar 200 hektar lahan yang mengalami keterbatasan air.
Baca juga: 6 Langkah Bangun Mindset Produktif untuk Mahasiswa Agar Bisa Fokus di Tengah Tekanan Kampus
“Kami berterima kasih atas kolaborasi ini. Semoga kebersamaan ini terus berlanjut untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penyerahan benih padi Inpago Unsoed Protani total 1 ton, dengan 300 kilogram di Desa Sokaraja Tengah,” ungkap Rektor.
Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono juga mengapresiasi Unsoed atas keterlibatannya dalam peningkatan ketahanan pangan daerah. Menurutnya, inovasi ini adalah varietas yang adaptif terhadap perubahan iklim dan lahan suboptimal.
Inpago Unsoed Protani memiliki kualitas gabah baik, kandungan protein tinggi, umur panen singkat, serta tahan terhadap penyakit utama.
Baca juga: Kemdikdasmen Kolaborasi dengan Universitas Al-Azhar Kairo untuk Kenalkan Bahasa Indonesia
Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman perdana benih Inpago Unsoed Protani oleh Gapoktan Harapan Mulya, di lahan persawahan Desa Sokaraja Tengah.
Melalui inovasi ini, Unsoed terus memperkuat perannya sebagai kampus berbasis riset dan pengabdian masyarakat dan berkontribusi bagi kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unsoed.ac.id