Greg Kestin (news.harvard.edu)
INDOZONE.ID - Profesor Harvard University, Greg Kestin dan Kelly Miller, melakukan eksperimen dengan "bot tutor" AI, untuk membantu mahasiswa belajar.
Menurut mereka, bot ini merupakan salah satu sarana pembelajaran yang leluasa dalam membantu mahasiswa.
Baca juga: Semester 5: Antara Burnout, Tanggung Jawab, dan Belajar Bertahan di Dunia Kampus
Bot tersebut dapat membantu mahasiswa memahami materi kuliah yang rumit, serta mempelajarinya dengan kecepatan mereka sendiri.
Keuntungan lainnya, bot tutor AI mampu mengatasi kelemahan kelas tradisional, seperti rendahnya keterlibatan siswa dan kurangnya umpan balik yang dipersonalisasi.
Setelah mempresentasikan temuan dari studi bot tutor khusus yang mereka gunakan pada mata kuliah pengantar, “Physical Sciences 2”, keduanya merasa optimis dengan teknologi tersebut.
Kestin mengungkapkan ketika tutor AI digunakan dengan prinsip-prinsip penelitian yang teruji dan benar, mahasiswa dapat meningkatkan pembelajaran.
Kestin dan Miller juga membuat perbandingan antara kelas yang mendapatkan pembelajaran dari instuksi mahasiswa, dengan kelas yang didukung AI.
Bot tersebut dibuat oleh Kestin menggunakan materi kelas dan arahan khusus tentang cara memberikan jawaban kepada siswa.
Mahasiswa dapat mempelajari mata kuliah inti dari bot yang telah dirancang dan mengajukan pertanyaan di kelas.
Bedasarkan hasil penelitian, mahasiswa dengan kelas yang didukung AI cenderung mengalami keterlibatan jauh lebih baik terhadap kursus dan memiliki motivasi untuk belajar.
Baca juga: Kesan Pertama Dua Mahasiswa Pertukaran di SNU: Dari Budaya hingga Minat Kelas Bahasa Korea
Mereka menekankan bahwa AI harus mendorong siswa untuk berpikir dan mengajukan pertanyaan, bukan mengambil alih proses dalam berpikir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: News.harvard.edu